Insiden Berulang Pekerja Migran
Sebanyak 30 pekerja migran tanpa dokumen menjadi korban perahu tenggelam di perairan Nongsa, Batam, Kepri. Tujuh diantaranya belum ditemukan. ”Satu pekerja migran yang bernama Ahmad harus dirawat di RS Budi Kemuliaan karena mengalami sesak napas,” kata Komandan Pangkalan TNI AL Batam Kolonel Farid Maruf, Jumat (17/6). Semua pekerja migran yang selamat berasal dari NTB. Farid menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan keterlibatan sindikat perdagangan orang dalam tenggelamnya perahu pekerja migran tanpa dokumen itu.
Di Mataram, Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Perlindungan Pekerja Indonesia NTB Abri Danar Prabawa memastikan, 23 korban selamat itu merupakan warga Lombok. Seluruhnya laki-laki, Kecelakaan perahu pekerja migran tanpa dokumen berulang kali terjadi di perairan perbatasan Kepri dan Malaysia. Pada Desember 2021 hingga Januari 2022, lima kali perahu pekerja migran tenggelam. Sedikitnya 37 orang tewas dan 48 orang hilang.Koordinator Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran NTB Muhammad Saleh mengatakan, insiden perahu yang membawa pekerja migran tanpa dokumen merupakan dampak dari tidak berjalannya aparatur negara penerima mandat perlindungan pekerja migran. Bukan hanya aparat di desa, melainkan juga kabupaten, provinsi, dan nasional. (Yoga)
Tags :
#Isu LokalPostingan Terkait
Mencontoh Negara Lain Melindungi Pekerja Gig
Kemenaker Siaga Hadapi Gelombang PHK
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023