;

Angin Segar Penyelamatan Garuda

Angin Segar Penyelamatan Garuda

Maskapai penerbangan milik negara, Garuda Indonesia, sedikit bernapas lega setelah mendapat lampau hijau mendapatkan penyertaan modal negara Rp 7,5 triliun dari APBN 2022. Penyertaan modal negara (PMN) akan diberikan jika Garuda Indonesia mencapai kesepakatan damai dengan para kreditor dalam penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Hal itu merupakan keputusan Panja Penyelamatan Garuda Indonesia Komisi VI DPR, Jumat (22/4). Proses PKPU Garuda tengah berlangsung di Pengadilan Niaga pada PN Jakpus dan diperkirakan kelar 22 Mei 2022. Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengatakan, dukungan panja menjadi bagian penting restrukturisasi kinerja Garuda. Dukungan itu juga positif untuk memaksimalkan pemulihan dan transformasi kinerja di masa penuh tantangan ini. Kementerian BUMN mencatat, utang Garuda 9,756 miliar USD, dengan 6,351 miliar USD utang Garuda terhadap lessor (perusahaan sewaguna) pesawat. Melalui restrukturisasi utang yang tengah dijalankan, utang Garuda ditargetkan dapat berkurang menjadi 3,68 miliar USD. Sebelum restrukturisasi, Garuda Indonesia memiliki 142 pesawat. Pada 2021, berkurang 50 % dan tahun ini jumlah pesawat yang aktif beroperasi 29-35 unit. Menurut Irfan, meskipun armada berkurang, tingkat keterisian pesawat (SLF) berangsur normal. Menjelang Lebaran, SLF Garuda rata-rata 50 % dan untuk layanan arus mudik sudah ada yang 100 %.

Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan, Kementerian BUMN tidak akan bisa menyelamatkan Garuda sendirian. Pemerintah memerlukan dukungan banyak pihak, termasuk DPR. Erick berjanji, Kementerian BUMN dan manajemen Garuda konsisten melaksanakan rekomendasi panja. terkait rencana bisnis, optimalisasi rute, jumlah, dan tipe pesawat, implementasi penurunan tingkat dan bunga utang, serta peningkatan kargo dan pendapatan lainnya. Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, jika proses PKPU berhasil mencapai homologasi atau perdamaian, dana yang dibutuhkan untuk menyelamatkan Garuda diperkirakan 936 juta USD. ”Dari jumlah itu, 527 juta dollar AS atau Rp 7,5 triliun dari PMN pemerintah, sisanya dari investor atau konsorsium,” katanya. Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Y Manurung menegaskan, panja meminta manajemen Garuda mengelola perusahaan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan konsisten untuk menjamin keberlanjutan usaha. (Yoga)


Tags :
#Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :