;

Boti yang Bertahan dari Krisis dan Pagebluk

Boti yang Bertahan dari
Krisis dan Pagebluk

Di tengah kelangkaan minyak goreng dan merangkaknya harga bahan pangan, masyarakat Boti seperti tak terusik. Masyarakat adat yang tinggal di Pulau Timor, di Kecamatan Kie, Timor Tengah Selatan (TTS), NTT ini mampu memenuhi hampir semua kebutuhan hidup dan itu membuat mereka bertahan dari krisis, termasuk pagebluk Covid-19. ”Kami menutup pintu masuk sejak Februari 2020,” kata Namah Benu (8/12/). Bebie Benu (29), bidan desa di Puskesmas Pembantu Boti, yang juga keponakan Raja Boti, mengatakan, di awal pandemi, dia menunjukkan video kondisi Wuhan di China, yang saat itu terdampak Covid-19. ”Ini kemungkinan memperkuat keputusan Usif untuk menutup Boti,” katanya.

Sebelum melakukan karantina wilayah, Raja Boti meminta masyarakatnya untuk mempersiapkan segala kebutuhan dasar, terutama kecukupan pangan dan mengontrol ketersediaannya di lumbung. ”Hanya garam yang kami beli dari luar dan itu kami beli sebelum menutup desa,” kata Molo Benu, adik Raja Boti. Dengan karantina wilayah yang ketat, Boti bisa selamat dari wabah. Hingga akhir 2021, tak ada laporan kasus Covid-19 di Boti Dalam. Meski dilaporkan dugaan Covid-19 di Boti Luar, itu tidak sampai terjadi penularan meluas. Kajian tentang ”Mitigasi dan Adaptasi Masyarakat Adat terhadap Pandemi Covid-19” oleh Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek menunjukkan, Boti termasuk di antara masyarakat adat yang punya ketahanan selama pandemi. Selain minim kasus penularan, Boti juga tak terdampak secara sosial atau ekonomi. (Yoga)


Tags :
#Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :