Resiliensi Sektor Manufaktur Kembali Diuji
Ekspansi industri manufaktur melambat di tengah lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron. Kendati daya tahan kembali diuji, industry pengolahan dalam negeri diyakini tetap kuat menghadapi gelombang ketiga pandemi. Melambatnya ekspansi kinerja manufaktur di awal tahun diperkirakan tak berlangsung lama. Laporan IHS Markit yang dirilis Selasa (1/3) menunjukkan, pelambatan ekspansi pada Februari itu terjadi karena merebaknya varian Omicron. Di kawasan ASEAN, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang mencatat pelambatan kinerja pada Februari 2022.
”Produksi terus berekspansi, tetapi tingkat pertumbuhannya berkurang banyak karena Covid-19 kembali naik dan kenaikan biaya input yang berdampak pada output,” kata Direktur Asosiasi Ekonomi IHS Markit Jingyi Pan. Kendati melambat, sektor manufaktur dinilai masih relative aman, terlihat dari pembelian bahan baku dan barang modal yang masih naik meski lebih lambat. Menurut Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin Eko Cahyanto, pelambatan ekspansi manufaktur di awal tahun wajar terjadi. ”Industri baru mengakuisisi bahan baku, barang modal, untuk persiapan menghadapi produksi di tahun berjalan dan menghadapi Ramadhan,” katanya. (Yoga)
Tags :
#Industri ManufakturPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023