;

Mewaspadai Gelombang Perekonomian

Ekonomi Hairul Rizal 02 Mar 2022 Bisnis Indonesia
Mewaspadai Gelombang Perekonomian

Mengawali 2022, dunia usaha terlihat mulai menggeliat. Hal itu terlihat dari sejumlah indikator perekonomian. Namun, kabar gembira itu bisa tidak bertahan lama. Kondisi pandemi dan tensi politik dunia yang memanas menjadi ancaman nyata. Indikator positif sebenarnya terlihat dari setoran PPh Badan atau pajak korporasi pada bulan pertama tahun ini yang melejit hingga 352% secara tahunan (year-on-year/YoY) di level Rp14,25 triliun. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pertumbuhan PPh badan pada Januari 2022 merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan jenis pajak lain. Target PPh badan tahun ini sebesar Rp185 triliun. Survei yang dirilis oleh IHS Markit menyebutkan bahwa kelesuan sektor manufaktur dipicu oleh kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron. Pembatasan mobilitas masyarakat berdampak pada tertahannya laju konsumsi. Hal tersebut terefleksi dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (1/3). Untuk pertama kalinya sejak September 2021, indeks harga konsumen (IHK) mencatatkan deflasi pada awal tahun ini. 

Gelombang ketiga wabah Covid-19 menjadi batu sandungan pelaku industri di tengah geliat ekonomi. Akibatnya, pebisnis lebih berhati-hati dalam mengelola pasokan sejalan dengan prospek perlambatan permintaan di pasar. Pertama, kenaikan harga bahan bakar minyak dan gas dunia karena perang Rusia-Ukraina, cepat atau lambat akan berpengaruh pada penyesuaian harga di dalam negeri. Seperti diketahui, belum lama ini produsen gas telah menaikan harga untuk produk non subsidi. Kedua, produk manufaktur dan makanan olahan yang berbasis impor atau mengacu harga luar negeri bakal terpengaruh konflik Rusia-Ukraina. Sebut saja gandum, bijih besi, alumunium, dan lainnya saat ini merangkak naik. Ketiga, aktivitas perdagangan bakal terganggu untuk beberapa negara tujuan ekspor ke Eropa. Sanksi yang diberikan sejumlah negara terhadap Rusia berpeluang menjadi titik panas baru ketidakseimbangan rantai pasok dan logistik dunia.


Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :