;

Cerita Duka dari Kampung Gaga

Ekonomi Mohamad Sajili 18 Feb 2022 Tempo
Cerita Duka dari Kampung Gaga

Dengan langkah terseok-seok, Waminah, 80 tahun, berusaha menembus genangan air. Bagian bawah bajunya diangkat sebatas betis. Ia berjalan dengan hati-hati agar tidak terpeleset dan jatuh."Soalnya saya pernah jatuh," kata warga Kampung Gaga Kulon. Tempat tinggal Waminah tidak terlalu jauh dari tapal batas kawasan Pantai Indah Kosambi, yang biasa dikenal dengan sebutan PIK 2.

Nyaris tidak ada daratan yang terlihat di Kampung Gaga. Semua tertutup genangan air. Waminah tinggal di tempat itu sejak lahir. Ia sangat kerasan di sana. Namun semua berubah sejak tiga bulan lalu. Banjir merendam perkampungan itu dan tak kunjung surut hingga saat ini. Akhirnya, Waminah kemarin memutuskan tinggal bersama anaknya yang bermukim di desa lain.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Slamet Budi Mulyano, tidak membantah tudingan bahwa kawasan PIK 2 menjadi penyebab banjir di Kampung Gaga. "Dulu di sana (PIK 2) kan ada sawah dan empang-empang," katanya."Setelah empang-empang diuruk, secara otomatis tempat penampungan air jadi hilang." Selain empang, Kata Budi, saluran air banyak yang teruruk.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umar Dani, meminta pemerintah daerah serius memperhatikan kesehatan korban banjir di kampung Gaga. Manajer Pembebasan Lahan PT Agung Sedayu, Eman Sulaeman, tidak membantah tudingan bahwa pembangunan PIK 2 di Kecamatan Teluknaga telah menimbulkan banjir di sejumlah perkampungan. bersama pemerintah daerah, pengembang berupaya secepat mungkin menjalankan proyek penanganan banjir.


Tags :
#Perumahan
Download Aplikasi Labirin :