Dampak Harga Minyak Mentah Dunia
Analis memprediksi disrupsi pasok sedikit saja bisa memicu harga minyak mentah menembus 100 USD per barel. JP Morgan memprediksi harga bisa menyentuh 120 USD per barel jika perang Rusia-Ukraina pecah. Selain faktor geopolitis, kekhawatiran akan invasi Rusia ke Ukraina, kenaikan harga juga dipicu faktor fundamental, yakni ketatnya pasokan dbandingkan dengan permintaan dunia. Meskipun kenaikan harga terjadi pada minyak mentah Indonesia (ICP), sebagai importir neto minyak, lonjakan harga minyak mentah dunia bisa berdampak ganda, terutama di tengah produksi minyak mentah dalam negeri yang terus merosot 6 tahun terakhir. Sementara 50 % kebutuhan BBM dan 70 % elpiji masih harus impor.
Naiknya harga minyak mentah dunia meningkatkan pendapatan negara dari sektor hulu migas, namun kenaikan harga minyak mentah akan membengkakkan pula beban subsidi energi: BBM, listrik, dan elpiji, yang harus dipikul APBN. Lonjakan harga minyak mentah dunia juga meningkatkan risiko inflasi. Strategi dan respons kita dalam hal ini menjadi penting dalam menjaga stabilitas perekonomian makro 2022. Secara global, lonjakan harga minyak mentah bisa mengganggu prospek pemulihan ekonomi dunia pascapandemi, kian meningkatkan inflasi, dan menurunkan kepercayaan konsumen. Tren harga minyak mentah jangka pendek tergantung perkembangan di Ukraina dan pasar minyak. (Yoga)
Tags :
#MinyakPostingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Dampak Blokade Selat Hormuz pada Logistik Laut
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023