Pertumbuhan Ekonomi, Tantangan Global Masih Tinggi
Tantangan global yang dihadapi Indonesia masih tinggi dalam upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19. Selain faktor pandemi, kenaikan harga minyak dunia yang mendekati 100 dollar AS per barel serta kenaikan permintaan sejumlah komoditas berpotensi meningkatkan laju inflasi. Menurut Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto, pemerintah perlu mengatasi sejumlah tantangan global dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini. Salah satu tantangan tersebut adalah penyebaran Covid-19 varian Omicron yang masif. Target pertumbuhan ekonomi 5 % pada 2022 sulit dicapai jika beberapa bulan ke depan masih ada peningkatan kasus. Di level global, varian Omicron terbukti memperlambat pertumbuhan ekonomi banyak negara.
Kepala Center of Macroeconomics and Finance Indef M Rizal Taufikurahman menambahkan, kendati penyebaran varian Omicron tinggi, mobilitas masyarakat tetap berjalan, tidak seperti saat lonjakan kasus gelombang Covid-19 sebelumnya. Selain makin banyak orang yang divaksin, termasuk dengan vaksin penguat (booster), juga sudah ada pengalaman menghadapi pandemi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu dalam siaran pers mengatakan, kinerja ekonomi Indonesia triwulan IV-2021 yang tumbuh 5,02 % secara tahunan menunjukan menguatnya pemulihan ekonomi nasional. (Yoga)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023