Sinyal The Fed Memicu Aksi Jual Saham dan Obligasi
Pasar saham modal dilaporkan berada jauh di zona merah dan beberapa imbal hasil obligasi pemerintah yang penting mengalami kenaikan ke level tertinggi dalam beberapa tahun pada Kamis (6/1). Hal ini terjadi setelah Federal Reserve (The Fed) mengisyaratkan kemungkinan peningkatan suku bunga AS yang lebih cepat dari perkiraan, dan penarikan stimulus. Bursa Asia dan Afrika, mengalami penuruan drastis menyusul saham-saham perusahaan teknologi Nasdaq di Wall Street yang anjlok lebih dari 3% pada Rabu (5/1) Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 2 tahun dan 5 tahun, sebagai pendorong penting terhadap biaya pinjaman global, melonjak ke level tertinggi pasca pandemi Covid-19. Bursa Asia juga mengalam penurunan tajam begitu pun halnya dengan saham-saham di Australia yang merosot 2,7% dimana ini adalah presentasi penurunan harian terbesar sejak awal September 2020. (Yetede)
Tags :
#USAPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Duo Investor Raksasa Dibalik RS Hermina
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023