;

Berkah Ekspor dan Kisah Seporsi Batagor

Ekonomi Yoga 30 Dec 2021 Kompas
Berkah Ekspor dan Kisah Seporsi Batagor

Perdagangan luar negeri Indonesia sepanjang 2021 berujung happy ending, sebaliknya perdagangan dalam negeri ditutup dengan keluhan pedagang batagor tentang tingginya harga minyak goreng. Happy ending perdagangan luar negeri disebabkan siklus super (supercycle) komoditas atau kenaikan harga komoditas ekspor, seperti CPO dan batubara. Bank Dunia sebut, harga CPO global Januari - Oktober 2021 mencapai 1.190 dollar AS per ton, melebihi 2020, sebesar 752 dollar AS per ton dan 601 dollar AS per ton pada 2019. Hingga triwulan I - 2022, harga rata-rata diperkirakan  tinggi,  1.075 dollar AS per ton. Badan Pusat Statistik (BPS) catat, neraca dagang Indonesia Januari - November 2021 surplus 34,32 miliar dollar AS atau Rp 492,42 triliun, hampir 2 kali surplus Januari – November 2020 sebesar 19,52 miliar dollar AS.

Namun pelaku UMKM,  rumah tangga dan industri kecil menengah (IKM), 3 bulan terakhir didera lonjakan harga minyak goreng, direntang Rp 18.000 - Rp 20.000 per liter,  jauh di atas HET pemerintah, Rp 11.000 per liter. Lonjakan harga minyak goreng karena kenaikan harga CPO. Banyak produsen minyak goreng Indonesia beli CPO dengan harga lelang CPO global. Burhan (37), pedagang batagor di Benda Baru, Tangsel, mengaku harus beli minyak goreng kemasan sederhana Rp 20.000 per liter di warung, kalau modal terbatas, sesekali beli minyak greng curah di pasar Rp 18.500 per liter. Selama harga CPO tinggi, berkah ekspor dan kisah seporsi batagor berlanjut tahun depan. Saat harga komoditas ekspor itu turun dan mencapai titik keseimbangan barunya, akhir kedua kisah ini bisa berkebalikan. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :