Inovasi Bisnis, Bias Algoritma Mulai Bermunculan
Persoalan bias algoritma jadi pembahasan sejumlah kalangan, baik otoritas, ahli, maupun konsultan. The Brooking Institution membuat laporan berjudul ”Reducing Bias in AI-based Financial Service”, menyebut kecerdasan buatan menghadirkan peluang mengubah cara kita mengalokasikan kredit dan risiko, serta menciptakan sistem yang lebih adil dan inklusif. Kecerdasan buatan mampu menghindari pelaporan kredit tradisional dan sistem penilaian yang membantu melanggengkan bias yang ada selama ini, tapi, kecerdasan buatan dapat memperburuk bias yang ada, menciptakan siklus yang memperkuat alokasi kredit yang bias, sambil terus mendiskriminasi pemberian pinjaman.
Upaya perbaikan fasilitas kecerdasan buatan terus dilakukan. Senior Fellow Economic Studies The Brooking Institution, Aaron Klein mengatakan, penggunaan kecerdasan buatan harus meningkatkan akurasi dan mengurangi bias. Dengan kecerdasan buatan, industri keuangan harus bisa mengalokasikan kredit lebih akurat dan meningkatkan efisiensi. Skenario optimistis ini mungkin dilakukan mengingat sumber bias yang signifikan dalam pemberian pinjaman berasal dari informasi yang digunakan. Agar efisien dan bias berkurang, sebaiknya digunakan data penjaminan arus kas, menggunakan saldo bank aktual pemohon selama beberapa waktu sebagai lawan model berbasis skor kredit yang melihat seseorang memiliki kredit pada masa lalu dan atau apakah seseorang pernah berbuat curang. (Yoga)
Tags :
#PembiayaanPostingan Terkait
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023