Cuan Berjejal Belanja Digital
Momentum pesta belanja daring nasional pada 12 Desember 2021 akan memberi manfaat besar bagi ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Kondisi itu didukung oleh tren belanja daring yang menjelma menjadi gaya hidup baru di masyarakat selama pandemi Covid-19. Nilai belanja melalui saluran lokapasar bahkan berpotensi terdongkrak seiring dengan kebijakan pemerintah membatasi mobilitas menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengatakan animo konsumen berpesta belanja daring bertajuk Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12 pada tahun ini bakal lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu.
Dia mencatat transaksi Harbolnas 12.12 pada 2020 melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan dengan transaksi harian sepanjang tahun itu. Pada 2020, nilai transaksi Harbolnas 12.12 tercatat mencapai Rp11,5 triliun. Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) yang juga menjabat VP Corporate Affair Bhinneka.com Bima Laga juga meyakini transaksi produk lokal terutama dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bakal mendominasi Harbolnas 2021. “Kami menargetkan kenaikan transaksi produk lokal dan mendominasi transaksi 70%,” katanya. Bank Indonesia memperkirakan volume transaksi dagang-el sepanjang 2021 melonjak 38,17% menjadi 1,27 miliar transaksi dari 925,86 juta transaksi pada 2020. Dari sisi nilai, transaksi dagang-el diproyeksikan menembus Rp354,3 triliun atau menanjak 33% dibandingkan dengan realisasi pada 2020 sebesar Rp266,2 triliun.
Tags :
#e-commercePostingan Terkait
Meningkatkan Pendapatan dari Pajak Digital
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Pemerintah Siap Sasar Pajak Pedagang Online
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Evaluasi atas Membengkaknya Belanja Pajak
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023