;

Proses Alot, Holding Panas Bumi Munculkan Opsi Baru

03 Nov 2021 Kontan
Proses Alot, Holding Panas Bumi Munculkan Opsi Baru

Proses pembentukan Holding BUMN Panas Bumi berjalan alot. Salah satu musababnya, ada perbedaan pandangan terkait valuasi aset anggota holding, PT PLN Gas & Geothermal (PLN GG). Informasi yang diperoleh KONTAN, aset PLN GG di atas kertas senilai Rp 16 triliun. Angka ini disebut-sebut tak sesuai kondisi riil di lapangan. Setelah melalui proses penilaian, aset PLN GG hanya Rp 8 triliun. Alhasil, Holding BUMN Panas Bumi yang meliputi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), PLN GG, PT Indonesia Power dan PT Geo Dipa Energi belum bisa menjalani konsolidasi.   Di tengah proses pembentukan holding yang berjalan alot, sumber KONTAN membisikkan, masalah ini memunculkan tiga opsi penyelesaian. Pertama, konsolidasi aset antara PGE, PLN GG dan Geo Dipa batal.  Kedua, membentuk perusahaan baru sebagai induk Holding BUMN Panas Bumi. Jadi, PGE maupun PLN GG tak menjadi induk. Ketiga, PGE tetap menjalani konsolidasi dengan mengambil alih dua dari lima aset pembangkit milik PLN GG.

Sedangkan Sekretaris Perusahaan PGE, Muhammad Baron menjelaskan, rencana Holding BUMN Panas Bumi dan IPO dalam proses. "Semua masih on progress dan kami mengikuti arahan dari shareholder," jelas dia kepada KONTAN, kemarin.   Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eddy Soeparno mengatakan, opsi merger maupun pembentukan Holding BUMN Panas Bumi sebaiknya direalisasikan demi meningkatkan efisiensi meningkatkan keselarasan kebijakan operasional manajemen maupun keuangan dari pembangkit geothermal yang ada.

Tags :
#PLN
Download Aplikasi Labirin :