Sampah Tekstil dan Dampaknya Pada Lingkungan
Fast Fashion muncul sebagai jawaban permintaan kebutuhan pakaian sesuai dengan tren terkini dengan harga yang terjangkau. Namun, tanpa disadari perkembangan fast fashion meningkatkan sampah tekstil. Industri ini menekankan waktu produksi cepat serta biaya produksi rendah. Tren yang silih berganti serta harga yang terjangkau akhirnya mempengaruhi pola konsumsi konsumen seringkalai pakaian hanya dipakai beberapakali saja (single-use purchases) yang mengakibatkan jutaan ton sampah tekstil berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Fungsi pakaian untuk menentukan status sosial telah mempengaruhi industri ritel secara keseluruhan, serta mempertajam kompetisi antara perusahaan ritel. Perusahaan ritel seperti Zara maupun H&M telah mengubah industri fast fashion menjadi bisnis besar. Persaingan ketat perusahaan ritel Internasional untuk selalu menjual produk dengan tren terbaru, secara tidak langsung membuat pemilik brand harus mencari akal untuk bisa menekan biaya produksi.
Semakin rendah biaya produksi, semakin besar kemungkinan untuk bisa menjual dengan harga yang terjangkau Semakin tinggi angka penjualan yang diperoleh, semakin tinggi pula marjin keberuntungan yang bisa dinikmati. Walau industri ini mendapat keuntungan fantastis, industri ini tidak terhidar dari permasalahan sampah tekstil, diantaranya tumpukan sampah yang semakin banyak serta potensi polusi polyster terhadap kualitas air, tanah maupun udara. Sampah tekstil merupakan konsekuensi dari fast fashion. Pengelolaan sampah bukan hanya merupakan tugas pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Berdasarkan UU Pengelolaan Sampah, dituliskan bahwa setiap komponen baik pemerintah, pelaku usaha sampai dengan konsumen pemilik tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Kembali lagi pada teori ekonomi klasik, penawaran akan ditentukan dari pemintaan konsumen sehingga dapat dilihat besarnya peranan konsumen dalam mengurangi sampah. (yetede)
Tags :
#TekstilPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023