;

Produksi Beras Mura Terancam Turun 65.000 Ton

18 Sep 2021 Sriwijaya Post
Produksi Beras Mura Terancam Turun 65.000 Ton

MUSIRAWAS, SRPO - Pengeringan irigasi di Kabupaten Musirawas (Mura) terkait perbaikan jaringan, menyebabkan satu kali musim tanam petani yang memanfaatkan pengairan irigasi tersebut terputus dan otomatis 65.000 ton produksi beras bagi kabupaten ini hilang.

Pasalnya, 7.000 Haktare (Ha) lebih lahan pertanian tidak bisa ditanami padi karena tidak air. Berdasarkan data yang dihimpun, Jumat (17/9/2021).

Dinas Pertanian Kabupaten Mura, lahan sawah petani terdampak pengeringan Daerah Irigasi (DI) Tugumulyo sekitar 7.000 Ha, yang tersebar di Kecamatan Tugumulyo, Muarabeliti, Purwodadi, sebagian Kecamatan Sumber Harta, sebagian Terawas dan sebagian di Kecamatan Megang Sakti.

Apabila petani di wilayah tersebut tak bisa menggarap lahan sawahnya, maka berdampak pada turunnya produksi gabah kering panen (GKP) sebanyak 120.000 ton atau sebanyak 65.000 ton beras.

"Sangat berpengaruh (pengeringan irigasi) terhadap produksi. Jika seluruh petani yang terdampak di 7,000 hektar sawah itu tak bisa tanam, maka terjadi penurunan produksi gabah kering panen kita sebanyak 120 ribu ton atau beras sebanyak 65 ribu ton. Tapi kalau curah hujan tinggi, petani tetap bisa menggarap lahan sawahnya meskipun irigasi kering," kata Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Mura, Tohirin.

Sebagian petani di wilayah, pengeringan irigasi, saat ini masih ada yang menggarap lahannya dengan memanfaatkan persediaan air yang ada.

Dan juga diharapkan, dalam waktu dekat ini curah hujan akan tinggi sehingga petani masih tetap bisa menggarap sawahnya. Meskipun tidak mendapatkan pasokan air dari saluran irigas?, tapi masih bisa bercocok tanam padi dengan memanfaatkan air hujan. Dengan begitu, produksi beras di wilayah yang terdampak pengeringan tersebut masih bisa terjaga. (zie)

Tags :
Download Aplikasi Labirin :