Pengusaha domestik
( 61 )20 Proyek Properti Raih Penghargaan FIABCI Indonesia 2021
Sebanyak 20 proyek properti mendapat penghargaan FIABCI Indonesia-REI Execellence Awards 2021. Pemenangnya nantinya berhak mengkuti ajang FIABCI Prix d'Exellence Awards yang diselenggarakan oleh Federal Real Estat Internasional (FIABCI). "Selain kriteria yang ketat dan berstandar internasional, tim juri yang melakukan seleksi dan penilaian juga merupakan para pakar dibidang properti, perencanaan kota, arsitektur dan lingkungan," ujar Ketua Panitia FIABCI Indonesia REI Exellence Doddy A Tjahyadi dalam keterangan persnya. Selain itu,menurut Agnes, tahun ini untuk pertama kalinya terdapat banyak proyek BUMN yang masuk sebagai peserta, dengan proyek-proyek yang cukup bagus dan menarik. Secara keselurahan, tim juri melihat pengembangan pembangunan gedung dan kawasan di Indonesia semakin mengarah menuju sustainable development, dengan penekanan pada affordability dan inklusivitas sesuai misi World Habitat. (Yetede)
ASDP Optimis Laba Lampaui Realisasi 2019
PT ASDP Indonesia Ferry (persero) optimistis laba perusahaan tahun 2021 bakal melebihi laba tahun 2019 atau sebelum pandemi Covid-19 senilai Rp 318 miliar. "Dari sisi kinerja induk, Insya Allah sebulan lagi dapat membukukan laba lebih tinggi dari 2019," kata Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi di Jakarta pada Rabu (15/12). Di tempat sama Direktur Keuangan, IT, dan Risk Management ASDP Djunia Sastriawan mengatakan,pencapain laba pada Januari-November 2021 sudah tembus 95% dari realisasi laba tahun 2019. Lebih lanjut Ira menjelaskan, rencana ASDP untuk melakukan penawaran saham perdana (Initial public offering/IPO). Dari sisi ASDP, terang Ira, pihaknya menargetkan kesiapan kesiapan IPO pada kuartal III-2022. "Kami tugas terbesarnya persiapan readiness-nya. Prosesnya panjang, kami sudah engage konsultan dunia yang biasanya membantu perusahaan IPO supaya prosesnya sesuai standar dunia" papar Ira. (Yetede)
Kemenperin Dukung Proyek Chandra Asri US$ 5 Miliar
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) membangun kompleks petrokimia kedua dengan nilai investasi US$ 5 miliar. Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (Dirjen IKTF) Kemenperin Muhammad Khayam menerangkan, subsidi impor bahan baku produk kimia sangat dibutuhkan oleh sektor saat ini. "Pemerintah Indonesia juga akan terus berupaya menciptakan iklim usaha industri yang baik, menguntungkan, dan berkesinambungan melalui berbagai kebijakan sehingga investasi seperti yang ditanamkan oleh CAP dapat terus bertumbuh dan kekuatan ekonomi negeri kita menjadi semakin kokoh," ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (13/12). "Anak usaha CAP, PT Chandra Asri Perkasa, menggarap pembangunan kompleks yang akan menambah kapasitas total produksi dari 4,2 juta ton mnjadi lebih dari 8 juta ton per tahun," ujar Khayam. (Yetede)
DCI dan Grup Salim Operasikan Data Center
PT DCI Indonesia Tbk (DCII) bersama Group Salim telah menuntaskan pembangunan kompleks hyperscale data center park bernama H2. Kompleks pusat data yang terletak di Pertiwi Lestari Industrial, Estate, Karawang, Jawa Barat tersebut siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Gedung H2-01 yang dibangun sejak kuartal IV-2020 ini telah berstatus siap beroperasi dan menjadi bagian dari fasilitas data center hyperscale terbesar di Indonesia. Data Center dikembangkan diatas lahan seluas 86 hektar. Gedung data center yang dinamai H2-01 didirkan setinggi 10 lantai.
Axton Salim mengatakan, Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dengan total populasi sebesar 250 juta, namun kapasitas data center per kapita paling rendah dibandingkan dengan negara lain di dunia. Jika rata-rata konsumsi per kapita adalah 10 watt, data center Indonesia dapat bertumbuh mencapai 2.700 watt ke depan. Sebagai carrier neutral data center, termasuk layanan colocation, layanan interconnection, dan ruang bekerja. Hingga kini, H2 telah telah dipercaya oleh pelanggan internasional dengan tersewanya dua lantai gedung data center H2.
"Tingkat kebutuhan data center di Indonesia meningkat drastis dalam dua tahun terakhir. Digitalisasi terus berkembang pesat dengan adaptasi komputasi awan yang terus meningkat disertai dengan aktivitas sekolah dan kerja dari rumah selama masa pandemi Covid-19. Kompleks hyberscale data center H2 dibangun dengan latar belakang tersebut dengan prinsip eco-sustainable, yaitu dengan memasang solar panel power sebagai salah satu sumber listrik di kawasan data center." jelas Axton. Group Salim merupakan salah satu pemegang saham yang mendukung upaya pengembangan Emtek sejak awal. Adapun porsi kepemilikan Anthoni Salim di Emtek mencapai 9%. (yetede)
Industri Keramik, Tarif Safeguard Dipastikan Turun
Besaran bea masuk tindakan pengamanan atau safeguard produk keramik dipastikan turun sesuai dengan aturan WTO yang mewajibkan pemangkasan tarif pada periode berikutnya. Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edi Suyanto mengungkapkan besaran safeguard keramik akan turun menjadi 13-17% selama tiga tahun kedepan. Sebelumnya, selama kurun 2018-2021 besaran safeguard 19%-23%. Dia berharap beleid perpanjangan safeguard keramik segera diteken oleh Kementerian Keuangan sehingga mampu menghalau serbuan produk impor, khususnya dari India dan Cina.
Asaki memperkirakan dengan besaran import bulanan rata-rata Rp500 miliar, negara akan kehilangan Rp90 miliar sehingga Rp100 miliar jika safeguard tidak diperpanjang. "Jangan sampai katalis positif harga gas yang diharapkan bisa membantu meningkatkan daya saing dan menggerek pertumbuhan industri keramik terdistrupsi oleh gangguan impor," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (6/10). Terkait harga gas, pihaknya kini berharap pada kemudahan perluasan alokasi harga gas industri sebesar US$6/MMMBtu untuk menaikkan daya saing.
Sementara itu, safeguard untuk keramik yang diterapkan sejak 2018 dinilai belum efektif membendung serbuan produk impor. Peneliti di Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef Ahmad Heri Firdaus menyebut tak cukup menerapkan safeguard untuk membangun ketahanan industri dalam negeri. Kenyataannya, meski dikenakan safeguard, keramik dari negara pesaing seperti China, India, dan Vietnam masih mampu mempertahankan daya saing berkat dukungan struktur biaya produksi yang kuat. (yetede)
BTN Desain Platform Digital Perumahan
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah mengembangkan platform digital perumahan, sebagai salah satu strategi untuk menjadi one stop financial inclusion. Masyarakat bisa menggunakannya untuk mengakses kredit kepemilikan rumah (KPR). Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, digitalisasi bukan merupakan pilihan, namun sebuah keharusan. Itulah sebabnya, transformasi digital perbankan marak, tak terkecuali di bank BUMN ini. Perseroan tengah melakukan akuisisi modal ventura untuk mengembangkan platform digital perumahan, guna mendukung informasi tersebut. Setelah akuisisi perusahaan modal ventura itu selesai, diharapkan beroperasi awal tahun depan. Anak perusahaan diharapkan benar-benar mendukung layanan kepada nasabah.
Haru menjelaskan lebih lanjut, BTN merupakan bank yang fokus pada pinjaman perumahan, dengan market share KPR terbesar di Indonesia. BTN juga kontributor utama program Sejumlah Rumah, mencapai lebih dari 60%-nya setahun. "BTN juga mengembangkan ekosistem perumahan nasional, perseroan memiliki peran sebagai enabler yang memberikan pembiayaan sisi supply melalui kredit konstruksi kepada dari sisi deman dengan memberikan KPR kepada masyarakat. Proses penyaluran ini menggunakan dana sendiri dan menggunakan dana dari stakeholder seperti Tapera, PPDPP, TWP AD, SMF, serta BPJS Ketenagakerjaan,"
Saat ini, permodalan BTN terbilang relatif rendah dibandingkan peers. Untuk itu perseroan akan melakukan rights issue guna memperkuat permodalan. Direktur Finance, Planning, and Treasury BTN Nofry Rony Poetra mengatakan, dari sisi biaya dana perseroan, saat ini sudah jauh membaik dibandingkan tahun lalu, yakni dikisaran 3,5%. Ini turun dari 5% pada 2020. Selain mengejar dana murah seperti lewat kerja sama dengan PT Pos, BTN juga mencari dana dari segmen ritel kelas atas, Posri CASA ini diharapkan meningkat signifikan. "Semua segmen kami kejar, dari nasabah ritel dana murah sampe pelosok, hingga nasabah affluent. Kami harapkan CASA itu sustain," Kata Nofry. (YTD)
BTN Desain Platform Digital Perumahan
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah mengembangkan platform digital perumahan, sebagai salah satu strategi untuk menjadi one stop financial inclusion. Masyarakat bisa menggunakannya untuk mengakses kredit kepemilikan rumah (KPR). Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, digitalisasi bukan merupakan pilihan, namun sebuah keharusan. Itulah sebabnya, transformasi digital perbankan marak, tak terkecuali di bank BUMN ini. Perseroan tengah melakukan akuisisi modal ventura untuk mengembangkan platform digital perumahan, guna mendukung informasi tersebut. Setelah akuisisi perusahaan modal ventura itu selesai, diharapkan beroperasi awal tahun depan. Anak perusahaan diharapkan benar-benar mendukung layanan kepada nasabah.
Haru menjelaskan lebih lanjut, BTN merupakan bank yang fokus pada pinjaman perumahan, dengan market share KPR terbesar di Indonesia. BTN juga kontributor utama program Sejumlah Rumah, mencapai lebih dari 60%-nya setahun. "BTN juga mengembangkan ekosistem perumahan nasional, perseroan memiliki peran sebagai enabler yang memberikan pembiayaan sisi supply melalui kredit konstruksi kepada dari sisi deman dengan memberikan KPR kepada masyarakat. Proses penyaluran ini menggunakan dana sendiri dan menggunakan dana dari stakeholder seperti Tapera, PPDPP, TWP AD, SMF, serta BPJS Ketenagakerjaan,"
Saat ini, permodalan BTN terbilang relatif rendah dibandingkan peers. Untuk itu perseroan akan melakukan rights issue guna memperkuat permodalan. Direktur Finance, Planning, and Treasury BTN Nofry Rony Poetra mengatakan, dari sisi biaya dana perseroan, saat ini sudah jauh membaik dibandingkan tahun lalu, yakni dikisaran 3,5%. Ini turun dari 5% pada 2020. Selain mengejar dana murah seperti lewat kerja sama dengan PT Pos, BTN juga mencari dana dari segmen ritel kelas atas, Posri CASA ini diharapkan meningkat signifikan. "Semua segmen kami kejar, dari nasabah ritel dana murah sampe pelosok, hingga nasabah affluent. Kami harapkan CASA itu sustain," Kata Nofry. (YTD)
KKP Kejar Target Produksi Udang 2 Juta Ton
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan model tambak udang berbasis kawasan sebagai salah satu terobosan menggenjot produktivitas dan kontinuitas budidaya udang di Indonesia. Dengan terobosan itu diharapkan Indonesia dapat mencapai target produksi udang nasional sebanyak 2 juta ton per tahun pada 2024 dan Indonesia bisa menguasai pasar udang dunia.
Ditjen Perikanan Budidaya KKP TB Haeru Rahayu mengatakan, KKP telah bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam membangun model tambak udang berbasis kawasan, diantaranya seluas 100 hektare (ha) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. "Kita membuat modeling budidaya udang berbasis kawasan. Ini yang akan kita coba terus dorong, tahun ini kami kolaborasi dengan Pemkab Kebumen Pak Bupati sudah mendukung," ujar Haeru saat Bincang Bahari KKP bertema Terobosan Kuasai Pasar Udang Dunia di Jakarta. Melalui skema tambak udang berbasis kawasan di kebumen itu, KKP menargetkan peningkatan produksi menjadi 80 ton per ha pertahun. Target tersebut diyakini bisa tercapai sebab tambak ini menggunakan pendekatan saintifik yang juga mendukung penuh dari sisi pendampingan dan permodalan.
Chief of staff eFishery Chrisna Aditya mendukung pembangunan tambak udang berbasis kawasan di Kebumen. Pemilihan komoditas udang untuk digenjot produktifitasnya oleh pemerintah sangat tepat sebab kebutuhan pasar dunia sangat besar. Pasar udang sangat potensial, baik untuk devisa negara, lapangan kerja, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat di sejumlah daerah. "Kami sangat mendukung, tapi perlu diperhatikan ekosistem dan lingkungan tambak, utamanya fluktuasi suhu di pantai selatan, sore bisa 33 derajat (celcius) paginya 26, ini bisa memicu udang stres," ungkap Ilham Priyanto Ketua Shrimp Club Indonesia.
UMKM Garut, Perajin Kulit Sukaregang Terpukul PPKM
Berharap untung pada bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, penjual kerajinan dari bahan kulit sapi itu justru dirundung kebingungan. Jumat siang, suasana di sentra tersebut tampak sepi dari aktivitas. Muhammad, 52, penjual kerajinan kulit mengaku, kondisi ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Sebelum pandemi, pada Agustus ia selalu kebanjiran pesanan dan kedatangan pembeli dari luar kota.
Penutupan jalan yang dilakukan di kawasan perkotaan Garut membuat para pembeli kesulitan dan terpaksa memutar. "Dalam satu minggu paling empat kali, karena kalau setiap hari juga percuma," kata Muhammad di Kabupaten Garut, pekan lalu. Pendapatan selama bulan tersebut tidak lebih dari Rp2 juta. Ia berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Menurutnya, sampai saat ini belum ada bantuan khusus, terutama dari Pemerintah Kabupaten Garut. "Sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah, terutama pemasaran. Misalnya seluruh PNS pakai produk dari sini, mungkin membantu." Pelaku usaha mikro kecil menengah di Kabupaten Garut diminta melakukan penjualan secara daring selama masa PPKM. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut Suhartono mengatakan, para pelaku UMKM bisa memanfaatkan sejumlah aplikasi e-commerce.
Grup Djarum, Jawara Konglomerasi Finansial Swasta
Grup Djarum melalui Bank Central Asia (BCA), grup ini menyiapkan agenda korporasi untuk dua bank yang tahun lalu dibeli Bank Royal Indonesia dan Bank Rabobank Indonesia. Bank Royal bertransformasi sebagai Bank Digital BCA. Sementara Rabobank digabung dengan Bank BCA Syariah.
Mantan bohir BCA, Grup Salim menyiapkan ekspansi. Melalui Bank Ina Perdana Tbk (BINA) grup ini juga berencana menggenjot kinerja.
Direktur Utama Bank Ina Daniel Budirahayu mengungkap tahun depan pihaknya bakal fokus menggarap ekosistem Salim Group, “Kami akan fokus menggarap ekosistem Salim baik funding maupun lending,” katanya.
Berdasarkan aset, Grup Djarum adalah jawara konglomerasi keuangan. Ini tak lepas dari aset BCA yang sudah melewati Rp 1.000 triliun. Total jenderal, berdasarkan hitungan KONTAN, aset Grup Djarum di industri keuangan sekitar Rp 1.022 triliun. Menyusul CT Corp dengan total aset sekitar Rp 151 triliun. Lalu Sinar Mas dan Astra di kisaran Rp 90 triliun.
Pilihan Editor
-
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
17 Mar 2023 -
Tren Thrifting Matikan Industri TPT
13 Mar 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023








