Perang Dagang dan Dollar AS Menopang Olympic
Administrator
05 Sep 2018 Kontan
PT Cahaya Sakti Multi Intraco, atau Grup Olympic hampir bisa memastikan jika capaian penjualannya hingga akhir tahun 2018 nanti akan tumbuh 100%.
Impor mobil mewah distop
Administrator
05 Sep 2018 Koransindo
Pemerintah akan melarang impor barang-barang mewah termasuk mobil dan produk fashion premium guna mengendalikan konsumsi.
Rupiah Melemah, Konsumen Rem Belanja
Administrator
04 Sep 2018 Kontan
Konsumen kembali menahan belanja. Gejala inilah yang terekam oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai salah satu penyebab penurunan harga barang (deflasi) sepanjang Agustus 2018. Kemarin (3/4), BPS mengumumkan bahwa sepanjang Agustus 2018 terjadi deflasi sebesar 0,05%. Inflasi periode Januari s.d. Agustus 2018 mencapai 2,13%. Sementara inflasi tahunan per Agustus sebesar 3,20% YoY. Inflasi relatif terkendali, masih dalam range target inflasi.
Ekonomi RI belum lepas dari risiko
Administrator
04 Sep 2018 Kontan
Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings, kembali mempertahankan peringkat utang jangka panjang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Fitch sebelumnya menyematkan rating itu pada akhir 2017. Level itu masih jadi raihan tertinggi yang pernah dicapai Indonesia sejak 1995. Fitch menilai beban utang Pemerintah Indonesia relatif rendah dan prospek pertumbuhan ekonomi masih baik. Meski begitu, Fitch melihat, Pasar aset Indonesia akan tetap rentan terhadap kegelisahan pasar sejalan dengan defisit transaksi berjalan (CAD) yang melebar dan ketergantungan pada modal asing.
Ketegangan Perdagangan Aktivitas Manufaktur Melesu
Administrator
04 Sep 2018 Kontan
Aktivitas manufaktur di Asia dan Eropa melemah pada Agustus 2018. Survei menujukkan, penyebab pelemahan adalah perseturuan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Survei menunjukkan pertumbuhan manufaktur zona euro melambat ke level terendah dua tahun pada Agustus karena produsen Inggris menunjukkan perlambatan ekonomi dan mendekati masa Brexit yang membebani permintaan pabrik.
Sebanyak 10 Saham mencetak pertumbuhan tinggi di Agustus
Administrator
04 Sep 2018 Kontan
Kinerja sejumlah saham sepanjang bulan Agustus lalu mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Tercatat ada sepuluh saham yang mencatatkan pertumbuhan harga yang sangat signifikan. Saham-saham tersebut adalah FILM, ANDI, LAND, RIGS, SONA, AKSI, MOLI, DUTI, TCPI dan MAPA. menariknya mayoritas saham yang mengalami pertumbuhan tinggi agustus lalu adalah perusahaan yang baru saja go public. FILM mencatatkan kenaikan palingg tinggi 392,04% disusul oleh ANDI dan LAND dengan pertumbuhan masing-masing 295 %dan 237,18 %.
WP Prioritas
Administrator
04 Sep 2018 Kontan
DJP tengah menyusun daftar sasaran prioritas penggalian potensi (DSP3) pajak. DJP akan mencermati WP yang memiliki indikator ketidakpatuhan. Salah satu indikator ketidak patuhan menurut DJP adalah WP yang selama 3 tahun belum pernah diperiksa dengan ruang lingkup seluruh jenis pajak (all taxes), artinya WP ini bisa saja masuk dalam DSP3
Indonesia Layak Investasi
Administrator
04 Sep 2018 Koransindo
Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings, mengafirmasi peringkat Indonesia di level layak investasi. Beberapa faktor kunci yang mendukung keputusan tersebut adalah beban utang Pemerintah relatif rendah dan prospek pertumbuhan ekonomi yang baik di tengah tantangan sekotor eksternal.
Transaksi Valas Akan Dimonitor
Administrator
04 Sep 2018 Koransindo
Nilai tukar rupiah yang terus melemah memerlukan solusi tepat baik jangka pendek maupun panjang. Penguatan fundamental ekonomi harus menjadi perhatian agar tidak rentan apabila terjadi gejolak di tataran global. Salah satu solusi yang akan diterapkan pemerintah dalam jangka pendek adalah dengan memonitor dan meneliti tingkah laku pelaku pasar dalam transaksi valuta asing (valas)
Xi Bantah "Jebakan Utang"
Administrator
04 Sep 2018 Kompas
Pertemuan tingkat tinggi China-Afrika akan fokus pada keterlibatan Afrika dalam Prakarsa Sabuk dan Jalan. China membantah kerjasama tersebut membangun jebakan utang. Proyek tersebut dikritik karena dianggap menjadi "Jebakan Utang: bagi negara di Asia dan Afrika. Misalnya, Sri Lanka kini harus menjaminkan pelabuhannya selama 99 tahun karena tidak mampu membayar pinjaman sebesar 1,4 miliar dolar AS. Selain Sri Lanka, Pakistan Mongolia, Laos dan beberapa negara lain juga meminta China melakukan restrukturisasi utang karena negara tsb tidak mampu membayar pinjaman. PM Malaysia juga menangguhkan kerjasama pembangun rel kereta api senilai 20 miliar dolar AS dengan China.
China juga dikritik karena proyek-proyek yang dibiayai dengan pinjamannya itu dikerjakan lebih banyak oleh tenaga kerja China daripada warga lokal.] serta memiliki standar keamanan dan lingkungan yang buruk.
