Kategori
Ekonomi
( 40430 )Sanksi Bawa Uang Asing Mulai Berlaku
03 Sep 2018
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mulai memberlakukan sanksi bagi setiap orang atau korporasi yang membawa uang kertas asing (UKA) dengan nilai setara atau melebihi Rp 1 miliar. Kebijakan ini mulai berlaku, Senin (3/9). Badan usaha berizin berupa bank dan kegiatan usaha penukaran valuta asing (KUPVA) alias money changer masih bisa membawa uang kertas asing lebih dari RP 1 miliar, tapi harus mendapat izin dan persetujuan BI. Jika badan berizin itu membawa UKA dengan jumlah melebihi persetujuan BI, merekan akan kena sanksi. Dari aturan itu, orang individu atau korporasi pembawa uang kertas asing lebih dari Rp 1 miliar tanpa izin dan persetujuan BI, dikenakan sanksi denda sebesar 10 % dari seluruh jumlah uang yang dibawa. Adapun jumlah denda paling banyak setara Rp 300 juta.
Yen jadi safe haven lagi
03 Sep 2018
Wacana Presiden AS menambah tarif impor terhadap produk asal China senilai US$ 200 miliar kembali membuat yen laris sebagai mata uang safe haven. Apalagi ekonomi Turki dan Argentina tengah diguncang krisis. Alhasil JPY berhasil mengakhiri pekan lalu dengan keunggulan atas sebagian besar mata uang utama. Jumat (31/8), pasangan mata uang utama USD/JPY menguat tipis 0,04% ke posisi 111,03.
Volatilitas Pasar, Momentum Koleksi Saham
14 Aug 2018
Tanggal 13 Agustus 2018, IHSG dan Rupiah kompak melemah merespon krisi ekonomi Turki. Kekhawatiran krisis turki berpotensi menjadi titik awal bagi krisis di negara berkembang lainnya. Namun, kekhawatiran tersebut dinilai berlebihan, sebab kondisi fundamental Turki dan Indonesia berbeda. Tingkat Inflasi t=Turki 16% sedangkan Indoensia di kisaran 3,5% +_ 1%. Respon negatif atas krisis Turki saat ini bersifat sementara. Secara psikologis krisis finansial Turki akan berdampak negatif bagi semua negara emerging market.
Teknologi Finansial, Salim Group Investasi di Youtap
14 Aug 2018
Salim group berinvestasi di Youtap. Pendiri sekaligus CEO Youtap, Chris Jones menyebutkan bahwa Salim Group merupakan mitra sekaligus pemegang saham yang ideal. Salim group adalah salah satu pemegang lisensi uang elektronik dari Bank Indonesia. Salim Group telah mengakuisisi perusahaaan dagang-el Elevenia dari PT XL Axiata Tbk. Konglomerasi tersebut juga meluncurkan ruang kerja bersama sekalaigus inkubator Block71 di Jakarta.
Ruang Kerja Di Jakarta, CO-Working Ramaiakan Pusat Ritel
14 Aug 2018
Perkembangan yang cukup cepat bisnis ruang kerja bersama di Jakarta bukan saja menghidupkan permintaan ruang kantor. Tren Co-working space membuka ruang di pusat-pusat ritel juga terus berkembang. Tren Co-Working di Pusat belanja, akan terus berkembang karena tren cara bekerja generasi milenial. Tak hanya spesifik ke ruang retail, tetapi juga di bangunan berdiri sendiri atau stand alone building.
Penjualan Mobil, TAM Raih Kinerja Positif di Awal Semester II
14 Aug 2018
TAM mengungkapan penjualan mobil pada Juli 2018 mencapai 31.605 unit. Januari-Juli 2018 mencapai 203.224 Unit. Sedangkan dari GIIAS 2018 hingga tanggal 10/8/2018 mencatat Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) 5.126 unit.
Dana Asing Keluar, Pasar Goyah
14 Aug 2018
Pasar rentan terpapar sebab masih ada kekhawatiran di dalam negeri. Seperti sudah diduga, krisis valas dan utang Turki, menggoyang pasar Indonesia. Pasar Indonesia memang kerap goyang bila terjadi krisis di negara lain. Tidak ada masalah fundamental Indonesia, pasar domestik hanya terkena efek tidak langsung.
Analisis, Saatnya Buy On Weakness
14 Aug 2018
Krisis ekonomi yang sedang menghantam Turki memiliki dampak berlapis ke pasar keuangan global. Meskipun Indonesia tidak mempunyai hubungan ekonomi secara langsung, dengan demikian seharusnya krisis Turki tidak berdampak negatif terhadap pasar keuangan dalam negeri. Tapi karena karakteristik ekonomi dalam negeri Indonesia mirip dengan Turki, banyak investor asing yang meragukan pasar keuangan Indonesia.
Krisis Turki Bisa Picu Kenaikan Bunga
14 Aug 2018
Rupiah merosot nyaris 1% pada perdagangan tanggal 13 Agustus 2018. Nyaris semua kalangan menuding, pelemahan rupiah terhadap dolar AS kali ini dipengaruhi oleh merosotnya kurs Lira Turki. BI telah menyiapkan sejumlah langkah jika rupiah melemah, pertama melalui intervensi ganda, kedua menaikkan suku b unga acuand an yang ketiga depresiasi rupiah secara gradual sesuai dengan nilai fundamentalnya.
Darmin: Dampak Pelemahan Lira Hanya Sementara
14 Aug 2018
Menurut Darmin, pelemahan Lira disebabkan oleh persoalan Turki dengan AS. Dampak pelemahan Lira juga diperkirakan terbatas sektor keuangan saja. Sebab Turki bukan mitra dagang utama Indonesia.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023
