Langkah AS Pengaruhi Harga Komoditas
Selain membuat modal asing keluar dari pasar keuangan negara berkembang, kebijakan moneter Amerika Serikat diperkirakan bakal memengaruhi penurunan harga komoditas. Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, mengisyaratkan bakal mengurangi pembelian obligasi bulanan Pemerintah Amerika Serikat secara bertahap tahun ini. Kebijakan ini tidak hanya akan berpengaruh pada keluarnya modal asing dari negara-negara berkembang, tetapi juga akan memengaruhi penurunan harga komoditas ekspor.
Head of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani mengatakan, tapering off tidak hanya akan berimbas pada keluarnya modal asing dari pasar keuangan Indonesia, tetapi juga pada penurunan harga komoditas. Sejumlah komoditas yang mengalami booming atau lonjakan harga tahun ini, diantaranya minyak kelapa sawit mentah (CPO), batu bara, dan karet. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), pandemi menyebabkan ekspor CPO pada 2020 turun 9,04 persen menjadi 34 juta ton ketimbang 2019 yang 37,39 juta ton. Penurunan permintaan terbesar berasal dari China, yakni minus 1,96 juta ton.
Sebelumnya, Ekonom Moody’s Analytics, Sonia Zhu, mengatakan, Indonesia perlu mewaspadai negara-negara tujuan utama ekspor yang tengah menghadapi kebangkitan Covid-19 akibat virus korona baru varian Delta, terutama China dan Amerika Serikat.
Tags :
#KomoditasPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023