;

Omzet Merosot Hingga 80 Persen

25 Jun 2021 Tribun Sumsel
Omzet Merosot Hingga 80 Persen

PALEMBANG, TRIBUN - Sempat menikmati masa kejayaan dalam beberapa waktu terakhir kini penjual tanaman hias mengeluh penjualan mulai turun. Hal tersebut dirasakan, Muhammad Sani, salah satu penjual tanaman hias yang berjualan di Jalan Talang Baten, Kecamatan Seberang Ulu 1, Palembang, mengeluhkan kurangnya minat masyarakat untuk membeli tanaman saat ini dibandingkan semasa awal pandemi. "Pembeli saat ini sepi, jauh dibanding saat awal pandemi ramai orang beli tanaman di sini, Kalau sekarang mungkin pembeli sudah punya semua tanamannya jadi sepi," tuturnya, Rabu (23/6). "Kalau omzet kita sekarang menurun sampai 80 %, bukan seperti pas awal corona dulu, paling saya sekarang sehari cuma dapat Rp 150.000, kalau pas awal corona bisa Rp 500.000 lebih dalam sehari, tapi itu sudah sama modal belum pendapatan bersih," ungkapnya.

Sani menambahkan walaupun sepi terkadang masih ada beberapa pembeli yang datang ke tokonya. "Masih suka ada beberapa pembeli biasanya ibu-ibu dan yang paling ramai. Dari kalangan anak-anak sekolah, tanaman yang anak-anak beli itu biasanya tanaman brokoli, sabrina, sama puring mawar yang harganya Rp 10.000 sampai Rp 15.000," jelasnya. Nurul salah seorang pelanggan yang saat itu sedang berburu di toko tanaman hias pak Sani, mengungkap kan dirinya tetap rajin membeli tanaman hias dan memang tidak mengikuti tren lantaran hobi. "Kalau tren tanaman hias saat ini memang sudah turun, tapi karena memang saya hobi tanaman jadi ya tetap beli aja, untuk nambah hiasan di halaman rumah," kata Nurul.

Sementara Robi, pedagang Tanaman hias yang berjualan di pinggir jalan, tepatnya di Jalan Gubernur H Bastari, 8 Ulu, Palembang, menerangkan bahwa pendapatan penjualannya menurun dibanding awal pandemi. "Pembeli tanaman hias di sini sekarang sepi, penyebabnya mungkin karena trennya di masyarakat yang sudah tidak heboh lagi seperti di awal-awal pandemi dulu," ujar Robi. Disampaikan bahwa terhitung sejak awal Januari ini minat pembeli di tempatnya mulai berkurang, sehingga omzet di toko tersebut menurun drastis. "Omzet kita saat ini palingan dapet Rp 500 ribu sehari sedangkan kalau dulu itu kita bisa dapet sampai Rp 1 jutaan per harinya," ucap Robi.

Tags :
Download Aplikasi Labirin :