Utamakan Jual Kambing, Pembeli Hingga Brunei-Malaysia
Lapak hewan kurban la itu berada dipinggir Dijalan. Puluhan kambing dan sapi dibawa di sana. Hewan itu diletakkan di kandang dadakan. Sebuah tenda non permanen melindungi kandang itu dari sengatan panas. Sesekali pembeli datang. Sepintas mereka menanyakan kondisi hewan tersebut. Ada juga yang bertransaksi langsung membeli. Penjual hewan itu adalah Sari. Dia sudah tujuh tahun bergelut menjual hewan kurban. Nama usahanya, Arsyadah Aqiqah. Diakuinya, selama menjual hewan kurban. Diakuinya, baru sejak dua tahun terakhir mengalami kesulitan. Imbas pandemi minat warga berkurban turun. "Sekarang ini sudah tahun kedua Idul adha di masa pandemi, melihat penjualan di tahun lalu ada penurunan daya beli sampai 50 persen," katanya kepada wartawan.
Kebanyakan penjualan mengandalkan pembeli-pembeli langganan yang berdatangan ulang. Pembeli yang minta hewan kurban langsung dipotong di tempat juga bisa dilayani. Menurutnya, dari sebelum musim haji peminat kurban kambing sudah tinggi. Sehingga harganya juga ada kenaikan, untuk yang biasanya jual harga Rp2 juta jadi Rp2,5 juta. "Kalau dari kita masih agak murah karena langsung dari peternakan, untuk kambing bobot 25 kg harganya sekitar Rp2 juta, kalau yang super ada kambing yang bobotnya sampai 100 kg dengan kisaran harga Rp7,5 juta, ungkapnya. Selain itu, permintaan dari luar kota bahkan luar negeri juga banyak yang cari. "Pesanan datang bisa dari luar kota sampai ada yang dari Brunei Darussalam dan Malaysia yang cari kambing. Mungkin karena kebutuhan juga makin banyak," katanya. Dibanding sapi, harganya masih lumayan stabil dari tahun ke tahun. Umumnya harga sapi per ekor dengan rata-rata bobot 200-an kg sekitar Rp15 jutaan. "Kita utamanya jual kambing, sapi juga ada beberapa, kalau ada banyak yang pesan besoknya datang lagi dari peternakan,” jelasnya. Rencana stoknya ada 250 ekor yang dijual, baru setengah saja yang disiapkan.
Ia mengatakan, biasanya pada kondisi normal sebelum pandemi bisa menjual 200 kambing dan 100 sapi. Semua hewan kurban tersebut didatangkan langsung dari peternakan di Lampung. "Memang terasa penurunan tahun lalu, mudah-mudahan tahun ini mulai stabil. Kalau yang sekadar nanya-nanya sudah banyak, biasanya 1-2 minggu sebelum hari H mulai banyak yang beli. Untuk saat ini baru ada sekitar 30 kambing terjual," tukasnya.
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023