;

80 Persen Pekerja Seni Alih Profesi

18 Jun 2021 Sumatera Ekspres
80 Persen Pekerja Seni Alih Profesi

PALEMBANG- Pekerja seni di Metropolis menjadi komunitas paling berdampak. Pasalnya, pada masa pandemi Covid-19 mereka kehilangan kesempatan dan panggung lantaran tempat pentas mereka salah satunya Pendestrian Sudirman ditutup sejak awal pandemi. Total ada 1.000 pekerja seni dan hampir 80 % kehilangan nafkah dan memilih untuk alih profesi.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Kesenian Kota Palembang, Iqbal Rudianto. Menurutnya, selama pandemi hampir seluruh anggota tidak bisa melakukan kegiatan seni lantaran adanya larangan kerumuman. "Kalau pun ada yang berkesenian mereka sifatnya hanya terbatas,” katanya ketika Mini Konser dan Virtual dan Launching Lagu HUT Kota Palembang di Gunz Cafe kemarin.

lqbal mengakui, memang tidak semua anggota yang pure mengantungkan hidupnya dari berkesenian. Ada beberapa dari mereka yang punya usaha, pegawai dan pekerja. Mereka menjalankan kesenian sekadar hobi. Namun tidak sedikit pula yang menggantungkan hidup dari kesenian.

Nah, mereka yang terhenti nafkahnya ini memilih untuk alih profesi membuka usaha membuka seperti kuliner, tempat ngopi dan lainnya. Meski ada juga yang tetap menggelar event atau kegiatan tapi melalu Virtual. "Jiwa seni para pekerja seni akan tetap dilakukan meski dengan cara virtual dan terbatas tapi tidak menghalangi mereka untuk tetap produktif,” paparnya.

Bahkan, kata dia, pada pandemi iní para pekerja seni pun membikin lagu untuk HUT Kota Palembang yang diciptakan oleh Andi Risu dan pihaknya pun berkolaborasi dengan Kerukunan Keluarga Kota Palembang menggelar lomba kesenian Kota Palembang yang dimenangkan oleh Cek Gaya dan Geger." Kami menggelar mini konser dan launching lagu HUT Kota Palembang. Kami mengucapkan selamat ulang tahun buat Kota Palembang tercinta semoga Kota Palembang tetap menjadi kota yang membanggakan menjadi kota yang lebih baik,”

Pihaknya berharap kegiatan ini agar menjadi agenda rutin dan menjadi wadah bagi para pekerja seni. Kegiatan ini pun diharapkan dapat membangkitkan kembali iklim kesenian yang ada di Palembang khususnya di tengah pandemi. Selain sebagai bentuk kontribusi dan persembahan kepada pemerintah kota. "Setelah sempat terpuruk di masa pandemi, kami harap kehadiran event ini jadi pemacu semangat, harapnya.

Lebih jauh ia mengatakan, pihaknya berharap agar pemerintah kota memberikan perhatian kepada para pekerja seni sebab kehadiran pekerja seni ini jadi roh dan identitas diri bagi Kota Palembang, Jangan lagi dijadikan sebagal pelengkap di suatu daerah. "Kami butuh apresiasi dan kerja sama sebab potensi dan kesenian Kota Palembang tidak sama dengan daerah lain,” ujarnya.

Bantuan yang diharapkan berupa fasilitasi dan ruang bagi pekerja seni seperti tempa maupun dana. Sinergi dan kolaborasi pemda, swasta dan pékerja seni sangat penting untuk menjaga eksistensi. "Tentu untuk melaksana beragam kegiatan yang dilakukan harus tetap memperhatiakn prokes yang ketat dan beragam kegiatan yang kami lakukan untuk memberikan semangat agar tetap berkarya,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani menambahkan, pihaknya Sangat menyambut baik kegiatan ini, Diharapkan kegiatan rutin dan digelar untuk agar kesenian Kota Palembang eksis dan terus berkembang. Kami sangat support para pekerja seni termasuk event yang digelar dan penciptaan lagu HUT Kota Palembang dan konser ini. Kehadiran ini dapat mengobati rindu. Makanya, kami harap jadi agenda rutin dan untuk itu kolaborasi dan sinergi dilakukan di awal tahun agar masuk agenda event dan dijual kepada wisatawan,” tukasnya

Tags :
Download Aplikasi Labirin :