Konsumen Mulai Lirik Mobil Elektrifikasi
Jakarta - Penjualan mobil elektrifikasi melonjak 54% menjadi 1.900 unit selama semester I tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 1.234 unit. Ini menunjukkan tren mobil Indonesia mulai mengarah ke elektrifikasi. Ketua Umum Gaikindo mengakui, dibandingkan mobil pembakaran dalam (internal combustion engine/ICE), penjualan mobil elektrifikasi masih rendah. Namun, dari tahun ke tahun, penjualan mobil jenis ini terus meningkat.
Harga jual tinggi masih menjadi tantangan mobil elektrifikasi di Tanah Air. Sebab, pasar mobil tergemuk di Indonesia adalah yang berbanderol Rp 250-300 juta, seperti segmen Toyota Agya hingga Toyota Avanza. Dapun harga mobil elektrifikasi di atas Rp 400 juta. Battery Electri Vehicle (BEV) bukan satu-satunya opsi untuk menurunkan 29% emisi CO2 pada 2030, sesuai Paris Aggrement. Indonesia bisa menggunakan pendekatan lain seperti kendaraan berbahan bakar alternatif. Kontributor emisi adalah industri otomotif. Ini mendorong industri otomotif berkerja keras untuk bisa menurunkan emisi. Dari hasil mengikuti konferensi tingkat dunia, masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan satu pendekatan.
Indonesia memiliki banyak bahan bakar alternatif untuk kendaraan bermotor, seperti bahan bakar berbasis pertanian (biofuel dan gasohol, gas alam terkompresi (CNG), kendaraan multibahan bakar (antara minyak dan gas) dan lain-lain. Indonesia telah lama mengembangkan biodiesel yang dimulai dengan program B20 pada 2016 hingga 2019. Pada 2018, program B20 berhasil menghemat devisa negara senilai RP 26 triliun dengan indikator penurunan belanja impor solar. Program B20 kemudian dilanjutkan dengan program B30 mulai 2020 hingga 2025. Untuk bisa menggunakan bahan bakar B30, kendaraan niaga harus melakukan penyesuaian komponen supaya bisa mengonsumsi B30. Tidak semua kendaraan dapat menggunakan motor listrik, disarankan kendaraan kecil dan komuter berjarak pendek, seperti sepeda motor, mobil, bus dalam kota memakai motor listrik. Namun kendaraan besar dengan jangkauan jarak jauh lebih baik menggunakan bahan bakar gas, biofuel, dan sintetis. Ini berlaku untuk truk berat, kendaraan pertambangan, bus malam.
(Oleh - IDS)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
Program Pengampunan Diperluas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023