Murah Tapi Daunnya Memesona
PALEMBANG, SRIPO - Sejak pandemi COVID-19 kegiatan berkebun di rumah menjadi alternatif mengisi waktu. Tak khayal, pecinta tanaman hias khususnya kebanjiran rezeki karena banyak yang membelinya. Nah, siapa sangka beberapa jenis tanaman hias menjadi primadona di masa pandemi. Mulai dari monstera hingga ekor naga. Namun jangan sampai salah, meski terlihat serupa, tapi nyatanya dua jenis tanaman ini berbeda.
Om Rachman, sapaan akrab pemilik Hijaukan Teras menjelaskan, tanaman ekor naga dengan nama latin Epipremnum Pinatum, merupakan jenis tanaman mendaki/merambat yang memiliki karakteristik bentuk daun seperti ekor naga. Sebelumnya, tanaman ini tak terlalu populer di kalangan masyarakat dan tak terlalu dilirik oleh pecinta koleksi tanaman. Pasalnya, Ekor Naga tumbuh merambat seperti tanaman liar yang sering ditemukan di alam liar.
Hanya saja, tanaman hias ekor naga memiliki beberapa jenis, Ekor Naga hijau dimana lembaran daunnya sepenuhnya berwarna hijau, Ekor Naga Varigata berwarna putih dan kuning, Kemudian Ekor Naga Kuning Kujang yang bentuk daunnya persis seperti Ekor Naga. “Kalau yang berdaun Om Rachman pemilik Hijaukan Teras di Jalan Urip Sumoharjo, Sekojo Palembang dengan tanaman hias ekor Naga jenis Varigata miliknya kurang begitu diminati, sementara untuk Ekor Naga Varigata karena termasuk langka sehingga banyak menjadi incaran pengkoleksi tanaman hias. Apalagi untuk jenis Epipremnum Pinatum Kuning Kujang itu memang banyak sekali peminatnya," katanya.
Om Rachman menambahkan, secara kasat mata terutama ketika daun ekor naga belum membelah, memang terlihat sama seperti monstera. Namun seiring waktu bentuk daunnya akan semakin besar makan akan sangat jelas terlihat. “Saat di usia tiga bulan monstera sudah sobek baru terlihat, tapi saat usia masih satu bulan sepintas sama. Nah, untuk Ekor Naga semakin mature usianya bentuk daunnya memanjang seperti ekor Naga," Katanya.
Baik Monstera dan Ekor Naga merupakan jenis tanaman hias yang cocok untuk mereka yang baru mulai untuk menjadi pengkoleksi tanaman hias, sebab dari Sisi perawatannya pun tak rewel atau terkesan lebih mudah. Seperti, cukup melakukan penyiraman setiap tiga hari sekali kemudian diberikan pupuk, cukup ditempatkan di lokasi yang teduh tidak langsung terpapar sinar matahari. Media tanam yang dapat digunakan tanah, sekam, andam, dicanmpur cocopeat.
Sebagai daya tarik utamanya, daun ekor Naga akan semakin banyak, cantik dan terawat sampai membuat harganya melonjak harus dengan ketelatenan perawatan. Karenanya, jangan biarkan daunnya rusak dan kusam karena debu. Anda bisa membersihkan daunnya dengan cara mengelap dengan menyemprotkan air ke lembaran daun. Soal harga ternyata semakin cantik dan langka jenisnya maka harganya pun semakin mahal. Rachman mengatakan, untuk jenis ekor Naga berwarna hijau dibanderol Rp 50 ribu, kemudian Ekor Naga jenis Varigata per helai daunnya dihargai Rp 135 ribu. "Meski ini cukup simple perawatannya namun jangan lupa untuk sesekali mengelap helaian daunnya,” katanya.Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023