Para Pemain Batubara Besar Kian Berkibar
Prospek industri batubara terangkat kenaikan harga emas hitam. Akhir pekan lalu, harga batubara ICE Newcastle kontrak Juli 2021 menembus US$ 131 per ton. Angka itu sudah menanjak 63,75% dibandingkan posisi akhir tahun lalu. Harga tersebut juga merupakan level tertinggi harga batubara sejak Januari 2011 silam. Tren positif pasar batubara diperkirakan masih berlanjut hingga akhir tahun ini.
Tak ayal, produsen batubara dengan produksi jumbo ikut menikmati untung dari memanasnya harga batubara. Kementerian ESDM mencatat, ada 10 produsen yang membukukan volume produksi batubara terbesar pada kuartal I 2021 Posisi teratas ditempati PT Kaltim Prima Coal (KPC), salah satu entitas PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Berdasarkan catatan KONTAN, KPC membukukan produksi pada kuartal I 2021 sebesar 14,5 juta ton. Posisi kedua adalah PT Adaro Indonesia, anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO), yang mencatatkan produksi 10,80 juta ton. Posisi selanjutnya adalah PT Kideco Jaya Agung, anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY), yang mencatatkan produksi 9,2 juta ton. Masuk 10 besar lainnya yaitu PT Arutmin Indonesia (Grup BUMI) dengan volume produksi 5 juta ton dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar 4,5 juta ton.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan realisasi produksi batubara nasional per kuartal I 2021 mencapai 144 juta ton. Realisasi ini setara 23% dari target produksi tahun ini. "Realisasi produksi batubara triwulan I 2021 sebesar 144 juta ton atau 23% dari target produksi 625 juta ton," ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Sujatmiko, kepada KONTAN, Rabu (30/6).
Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengungkapkan, hingga Mei 2021, realisasi produksi telah mencapai sekitar 44% dari target. Dengan demikian, hingga paruh pertama tahun ini diprediksi produksi batubara bisa mencapai 50%. "Kalau melihat tren produksi meningkat di kuartal III dan kuartal IV, ada kemungkinan realisasi bisa tercapai," ujar dia.Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Titik Balik Lifting Minyak Bumi
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023