;

Juli, Transaksi Dagang RI-Tiongkok Mulai Gunakan Rupiah dan Yuan

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 28 Jun 2021 Investor Daily, 28 Juni 2021
Juli, Transaksi Dagang RI-Tiongkok Mulai Gunakan Rupiah dan Yuan

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memastikan penggunaan mata uang rupiah dan yuan dalam transaksi perdagangan atau kerja sama local currency settlement (LCS) bisa diterapkan mulai bulan depan. “Dengan Tiongkok, kita sedang siapkan regulatorynya, Juli atau kuartal III-2021 launching dan diterapkan,” ujar Direktur Eksekitif Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia Donny Hutabarat saat diskusi virtual Blueprint Pengembangan Pasar Uang 2025, Jumat (25/6). LCS merupakan kerja sama Indonesia dengan beberapa bank sen tral negara lain untuk mendorong peng gunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung. Tujuannya, untuk meningkatkan peng gunaan mata uang lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Untuk saat ini, Indonesia sudah menjalin kerja sama penggunaan mata uang lokal dengan Malaysia, Thailand, dan Jepang. Bank Sentral mengatakan, saat ini kedua belah pihak juga terus menjalin komunikasi dengan para eksportir dan importir, di mitra negara tersebut. Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 2,36 miliar pada Mei 2021. China selalu berkontribusi terhadap nilai ekspor-impor Tanah Air. Ekspor nonmigas Mei 2021 terbesar adalah ke Tiongkok dengan nilai US$ 3,47 miliar. Adapun pada periode JanuariMei 2021, Tiongkok tetap merupakan negara tujuan ekspor yang memiliki peranan terbesar dengan nilai US$ 17,11 miliar atau secara persentase sebesar 21,55%.

(Oleh - HR1)

Tags :
#Perdagangan
Download Aplikasi Labirin :