Tanpa Pengawet, Pasar Tembus sampai Qatar
Dimana ada kemauan disitu ada jalan. Pepatah lama ini tepat disematkan kepada RM Kurniaturrohman (39), Pelestari kumbu pengananan bingen khas Palembang. Kini, pria asli Palembang ini menekuni usaha yang dinamai Maman Kumbu. Bagaimana kiprahnya?
INSPIRASI bisnis tak jarang muncul dari hobi. Tak terkecuali maman (sapaan karib RM Kurniaturrohman, red). Keluarganya kerap menyajikan hidangan kumbu, terutama saat Ramadhan. Dari situ juga ide bisnis Maman muncul. Dia memutuskan jualan makanan khas itu.
Ya, usaha yang mulai dirintis sejak lebih kurang 9 tahun yang lalu ini kini menjadi sumber pemasukan utama maman dan keluarga. “Saat itu sekitar tahun 2012, selepas berhenti menjadi karyawan disalah satu restoran cepat saji. Berbekal dari resep keluarga coba-coba buat kumbu untuk dititipkan ke warung dekat rumah.”ucap maman memulai kisahnya saat dibincangi di rumahnya jl H Faqih Usman, Lr Kampung Kemas, Kelurahan 2 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU)-1, kemarin.
Dia mengatakan cara membuat kumbu sebetulnya tidak sulit, namun butuh ketelitian dan kehati-hatian untuk mendapatkan kumbu dengan cita rasa gurih dan lezat. Bahan utamannya berupa kacang merah, kelapa yang sudah diparut giling serta gula merah.
“kacang merah yang sudah dibersihkan direndam lebih dulu selama kurang lebih tiga jam. Baru setelah itu direbus dengan menggunakan panci presto selama kurang 45 menit.” Katanya. Setelah itu barulah karcang merah yang selesai direbus itu dicampurkan dengan kelapa dan gula merah hingga berbentuk adonan barulah dicetak dengan cetakan persegi.
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023