Target Lifting Minyak Bumi Kian Menantang
Sampai akhir Maret
2021, realisasi produksi siap jual atau lifting minyak sebanyak 676.200
barel per hari atau masih lebih rendah dari target APBN yang sebanyak 705.000
barel per hari. Pandemi Covid-19 pada 2020 menyebabkan investasi hulu minyak
dan gas bumi merosot dan jumlah pengeboran sumur berkurang. Kondisi ini membuat
target produksi 1 juta barel per hari di 2030 kian menantang.
Demikian pula lifting gas bumi yang pada
triwulan I-2021 terealisasi sebanyak 5.539 juta standar kaki kubik per hari
(MMSCFD). Dalam APBN, target lifting gas bumi adalah 5.638 MMSCFD.
Namun, lifting gas bumi saat ini masih lebih tinggi dari realisasi pada
2020 yang sebanyak 5.462 MMSCFD.
SKK Migas mencatat, Blok Cepu di Jawa Timur yang
dioperasikan oleh ExxonMobil Cepu Ltd adalah penyumbang produksi minyak
terbesar di Indonesia saat ini, yaitu 213.000 barel per hari. Berikutnya adalah
Blok Rokan di Riau yang menghasilkan 165.000 barel per hari. Masa operasi Blok
Rokan oleh PT Chevron Pasific Indonesia akan berakhir pada Agustus mendatang
dan pengelolaan berikutnya diserahkan kepada PT Pertamina (Persero).
Dari sisi investasi, SKK Migas menargetkan
realisasi tahun ini 12,4 miliar dollar AS atau lebih tinggi dari realisasi
tahun lalu yang sebesar 10,5 miliar dollar AS. Hingga triwulan I-2021,
realisasi investasi hulu migas adalah 2,4 miliar dollar AS. Adapun penerimaan
negara hingga periode yang sama sebanyak 3,29 miliar dollar AS atau 45 persen
dari target 7,28 miliar dollar AS.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023