Studi: Potensi Ekosistem Startup Jakarta Peringkat 2 Dunia
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kretaif (Kemenparekraf) mengatakan Indonesia menempati nomor satu di kawasan Asia Tenggara dan nomor kedua di dunia potensi pengembangan startup yang besar.
Dari segi ekosistem berkembang (emerging ecosystem), Jakarta menempati posisi kedua dunia, hanya kalah dari Mumbai, India. Temuan bersumber dari organisasi riset, Startup Genome, yang mendalami 270 ekosistem di 100 negara dunia pada 2020.
Deputi Bidang Ekonomi digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam menyebut startup Indonesia menjadi sasaran investasi global di kawasan Asia Tenggara menyusul keberhasilan unicorn dan decacorn RI seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak, OVO, dan Traveloka.
"Sebagaimana laporan Global Start Up Ecosystem 2020 menempatkan Jakarta sebagai top 2 emerging startup ecosystem," katanya pada peresmian Bekup 2021.
Berdasarkan laporan Startup Genome, dari empat kategori dengan skor masing-masing 10, Jakarta meraih skor 39 dengan rincian performa 10, pembiayaan 10, jangkauan pasar 10, dan talenta 9. Sedangkan posisi nomor satu, yakni Mumbai mendapat skor sempurna 40.
Posisi ketiga ditempati Zurich, Swiss dengan skor 37. Lalu disusul oleh Helsinki, Finlandia, dengan skor sama dengan Zurich. Kelima ada Guangzhou, China, dengan skor 33.
Postingan Terkait
China Meminta Dukungan Lebih Besar dari AIIB
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023