Neraca Komoditas Harus Dievaluasi Rutin
JAKARTA – Neraca komoditas
yang akan menjadi dasar pemenuhan bahan baku bagi industri
nasinal harus dievaluasi secara
berkala. Hal ini bertujuan untuk
memastikan data neraca komoditas
valid dan sesuai dengan temuan-temuan baru di lapangan.
Ketua Forum Lintas Asosiasi
Industri Pengguna Gula Rafinasi
(FLAIFGR) Dwiatmoko Setiono
menjelaskan, sesungguhnya rencana pembentukan neraca komoditas bagus. Namun, satu hal yang
penting menjadi perhatian adalah
keberadaan data bahan baku yang
valid. “Sebelum membuat neraca,
kita harus tentukan stok awal berapa dan stok akhir berapa,” kata
dia, belum lama ini.
Selain kesamaan data, dia menegaskan, hal lain yang tak kalah
penting adalah kesepahaman
mengenai metode pengumpulan
dan analisis. Penyusunan neraca
komoditas memerlukan penyamaan metode statistik agar tercipta
kesatuan data.
Oleh karena itu, dia menuturkan,
kejujuran seluruh pemangku kepentingan menjadi krusial dalam
menyusun neraca komoditas yang
kredibel dan akurat. “Bisa saja data
dalam neraca komoditas dibuat-buat
untuk kepentingan beberapa pihak,”
ungkap Dwiatmoko
Nantinya, neraca komoditas
sangat terkait dengan keputusan
impor bahan baku dan bahan
penolong industri. Apalagi PP
28/2021 ini merupakan salah satu
turunan Undang Undang Cipta
Kerja. “Selama ini penetapan impor
bahan baku dan bahan penolong
industri diambil berdasarkan rekomendasi dari kementerian teknis,”
kata dia
(Oleh - HR1)
Tags :
#KomoditasPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023