;

Produksi Alat Kesehatan, Atasi Surplus APD dan Masker

Produksi Alat Kesehatan, Atasi Surplus APD dan Masker

Bisnis, JAKARTA — Kementerian Perindustrian akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri guna mengatasi kelebihan pasokan alat pelindung diri atau APD dan masker di dalam negeri.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Elis Masitoh mengatakan pihaknya akan menyambut baik setiap permintaan produk APD dan masker dari luar negeri. Pasalnya, industri dalam negeri memiliki kapasitas yang cukup besar di tengah permintaan yang masih terbatas.“Saat ini banyak industri yang telah mempunyai stok APD dan masker yang cukup besar. Kendalanya sekarang adalah bagaimana buyer tersebut bisa terhubung dengan para industri kita,” katanya kepada Bisnis, Senin (15/2). 

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi menyebutkan potensi ekspor alat kesehatan RI pada 2021 bisa menembus US$4,54 miliar atau setara dengan Rp63,4 triliun. Potensi ini berasal dari surplus produksi industri dalam negeri.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor pakaian pelindung medis tahun lalu hanya mencapai US$2,47 juta, sementara pada pakaian bedah senilai US$20,29 juta. Adapun, nilai ekspor masker pada tahun yang sama adalah US$75,19 juta untuk masker bedah dan US$74,09 juta untuk masker dari bahan nonwoven.

Sekretaris Jenderal Gabungan Alat Kesehatan Indonesia (Gakeslab) Randy H. Teguh mengatakan permintaan produksi tersebut bukan hanya terkait produk penanganan Covid-19. Menurut Randy, produsen lokal umumnya hanya perlu memperhatikan tata aturan negara tujuan ekspor serta memenuhi standar negara tersebut. 

PANGKAS KAPASITAS

Di sisi lain, mayoritas produsen APD dan masker diproyeksikan akan menurunkan kapasitas produksinya tahun ini seiring dengan banyaknya produk yang tak terserap.Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Tanzil Rakhman mengatakan dalam kondisi saat ini, pabrikan juga tidak akan bisa melakukan stok produk yang besar. Alhasil, penurunan produksi mau tidak mau akan dilakukan. 

Sebelumnya, PT Pan Brothers Tbk. menyatakan akan mengurangi volume produksi masker dan APD medis pada 2021. Vice Chief Executive Officer Pan Brothers Anne Patricia Susanto mengatakan pihaknya akan memangkas kapasitas produksi masker dan APD medis sekitar 60%-70% dari realisasi tahun ini. Alhasil, kontribusi produksi masker dan APD medis ke pendapatan perseroan akan kurang dari 5%.

Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengatakan tahun lalu kinerja produk alat kesehatan disokong oleh produk rapiddiagnosis. Menurutnya, dalam satu shift pabrik milik perseroan  sudah mampu memproduksi hingga 500.000 unit alat rapid test Covid-19. 

Untuk produksi masker dan APD Arief, mengakui saat ini memang terjadi kelebihan pasokan di pasar. Pasalnya, permintaan yang meningkat juga dibarengi dengan pasokan yang bertambah lebih banyak.Indofarma, lanjut Arief, saat ini memiliki kapasitas produksi masker sebesar 800.000 hingga 1,5 juta per bulan. Untuk APD, diproduksi dengan menggandeng usaha kecil dan menengah (UKM) sesuai permintaan yang masuk. 

(oleh - HR1)


Tags :
#Kesehatan
Download Aplikasi Labirin :