;

Indonesia Butuh 2 Juta Sapi Indukan Impor

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 16 Feb 2021 Investor Daily, 16 Februari 2021
Indonesia Butuh 2 Juta Sapi Indukan Impor

JAKARTA–Indonesia membutuhkan sapi indukan impor sebanyak 2 juta ekor pada 2021-2023 guna mengakselerasi peningkatan populasi dan produksi sapi di dalam negeri. Impor sapi indukan tersebut bisa berasal dari Meksiko, Australia, Spanyol, Amerika Serikat, atau Selandia Baru. 

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (PKH Kementan) Fini Murfiani mengatakan, untuk mencapai proporsi penyediaan daging sapi/kerbau dalam negeri sebesar 70% pada 2024 maka perlu dilakukan upaya-upaya akselerasi peningkatan populasi dan produksi, salah satu solusinya dengan menambah indukan sapi/kerbau dalam negeri melalui impor indukan. “Berdasarkan hasil simulasi dan parameter teknis, untuk mencapai kondisi tersebut perlu dilakukan impor indukan sapi sebanyak 2 juta ekor secara bertahap pada 2021- 2023,” kata dia, kemarin. 

Dalam keterangan Kementan disebutkan, peningkatan populasi dan produksi daging sapi/kerbau melalui impor indukan ini juga diharapkan bisa menambah nilai ekonomi dari komoditas sapi/ kerbau sebesar Rp 61,70 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebesar 26,90 juta orang pada periode 2020-2024. Pada 2020, konsumsi daging sapi/kerbau nasional 2,53 kilogram (kg)/kapita/ tahun sehingga kebutuhannya mencapai 681.180 ton, dengan produksi/stok dalam negeri 404.997 ton maka masih terdapat defisit 276.183 ton. 

Sementara konsumsi daging sapi/ kerbau tahun 2020 tersebut menurun 4,89%dari perkiraan awal 2,66 kg/kapita/tahun akibat pandemi Covid-19. Sedangkan untuk 2021 diperkirakan konsumsi daging sapi/kerbau nasional 2,56 kg/kapita/tahun sehingga kebutuhannya mencapai 696.956 ton, dengan produksi/stok dalam negeri 473.814 ton maka masih terdapat defisit 223.142 ton   

(oleh - HR1)


Tags :
#Impor
Download Aplikasi Labirin :