Menkeu Revisi Pertumbuhan Ekonomi jadi 5,3%
JAKARTA – Pemerintah merevisi target pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 4,5-5,3% atau sedikit menurun dari target sebelumnya di kisaran 4,5-5,5%. Pemulihan ekonomi tahun ini dari kondisi 2020 yang masih kontraksi 2,07%, akan disumbang dari sisi penerimaan maupun sisi produksi yang diperkirakan meningkat.
“Kita terus melakukan (pemulihan) pada
2021. Kalau kita lihat 2021, dengan per tumbuhan ekonomi yang kita perkirakan kembali
pulih di 4,5% hingga 5,3%,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat berbicara dalam Rapat Pim pinan (Rapim) TNI-Polri
secara virtual, Senin (15/2).
Menkeu menegaskan bahwa kunci utama
bagi terjadinya pemulihan ekonomi adalah
jika pemerintah bisa mengendalikan pandemi
Covid-19, program vaksinasi, dan implementasi
program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Vaksinasi diharapkan menjadi faktor positif
untuk menekan penularan dan mengembalikan
confidence masyarakat untuk beraktivitas
ekonomi.
Di sisi lain, Menkeu mengatakan, selama pandemi Covid-19, Indonesia justru menjadi negara
yang menjadikan pandemi sebagai momentum
untuk melakukan reformasi. Pasalnya, banyak
negara yang tidak memanfaatkan krisis dan
semakin terperosok dalam krisis kesehatan,
sosial, ekonomi, dan politik.
Dengan demikian, Menkeu berharap, Indonesia tidak hanya bisa keluar dari pandemi
Covid-19, namun juga tumbuh lebih cepat dan
menjadi negara yang lebih kuat.
Sri Mulyani mengatakan, kebijakan fiskal
dan APBN akan digunakan secara optimal
untuk mendorong momentum pemulihan
berkelanjutan. Bahkan, Menkeu menilai sudah
melihat tanda-tanda pemulihan ekonomi, yakni
sisi konsumsi rumah tangga, investasi, dan
kinerja ekspor yang menuju perbaikan meski
masih negatif.
Selain vaksinasi dan 3T yang dilakukan pemerintah, Sri Mulyani meminta masyarakat untuk terus menjalankan protokol kesehatan sehingga vaksinasi bisa memunculkan herd immunity, serta tetap melakukan disiplin protokol kesehatan 3M yakni mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak. “Ini jadi kunci agar Covid-19 tetap bisa terkendali dan terus memulihkan ekonomi nasional,” tandas dia.
Tahun ini, pemerintah mengalokasikan
belanja negara sebesar Rp 2.750 triliun dengan rincian untuk belanja pemerintah pusat
sebesar Rp 1.954 triliun, belanja K/L yang
dialokasikan kepada 87 K/L yang anggarannya
Rp 1.032 triliun dan belanja non-K/L sebesar
Rp 922,6 triliun. Kemudian anggaran Transfer
ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 795,5
triliun dengan rincian Transfer ke Daerah Rp
723,5 triliun dan Dana Desa Rp 72 triliun.
(oleh - HR1)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023