;

5,43 Juta Ton Batu Bara Terserap di Dalam Negeri Sepanjang Januari

Lingkungan Hidup R Hayuningtyas Putinda 15 Feb 2021 Investor Daily, 15 Februari 2021
5,43 Juta Ton Batu Bara Terserap di Dalam Negeri Sepanjang Januari

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan sebanyak 5,43 juta ton batu bara terserap untuk kebutuhan di dalam negeri sepanjang Januari. Realisasi tersebut 44,3% lebih rendah dibandingkan penyerapan Januari 2020 silam sebesar 10,68 juta ton. 

Adapun alokasi kuota batu bara dalam negeri tahun ini ditetapkan sebesar 137,5 juta ton. Besaran alokasi itu sesuai ketentuan domestic market obligation (DMO) sebesar 25% dari produksi batu bara 2021 yang mencapai 550 juta ton.

Pada akhir Januari kemarin, Kementerian ESDM telah menyiapkan sejumlah langkah guna memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik di Pulau Jawa terpenuhi. Pasalnya di akhir bulan kemarin, ketersediaan batu bara di stokpile pembangkit mulai menipis. Pemerintah menegaskan tidak ada pemadaman bergilir alias kebutuhan energi bagi masyarakat tetap terpenuhi.

Berdasarkan data Kementerian ESDM produksi batu bara di Januari 2021 telah mencapai 44,75 juta ton. Realisasi produksi tersebut pun lebih rendah dibandingkan produksi diperiode yang sama tahun lalu sebesar 50,97 juta ton. Sedangkan volume batu bara yang diekspor sepanjang bulan lalu mencapai 38,03 juta ton. Volume tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi di Januari 2020 yang mencapai 32,01 juta ton.

Untuk tingkat harga batu bara di awal 2021 menunjukkan tren penguatan semenjak beberapa bulan terakhir jelang 2020. Di Januari kemarin harga batu bara acuan (HBA) menembus US$70/ton atau tepatnya sebesar US$75,84/ton. Kondisi tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi harga di Desember 2020 yang berada di level US$59,65/ton. 

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menegaskan kebutuhan dalam negeri khususnya bagi pembangkit listrik telah memiliki kontrak jangka panjang. Artiannya anggota APBI berkomitmen memenuhi kebutuhan DMO.

Hendra menerangkan permintaan batu bara meningkat terutama di Tiongkok diakibatkan musim dingin yang cukup ekstrim. Kemudian juga pengaruh dari tingginya harga batu bara domestik Tiongkok. Oleh karena itu Pemerintah Tiongkok meningkatkan impor batu bara dalam beberapa bulan terakhir ini.

(oleh - HR1)


Download Aplikasi Labirin :