;

General Atlantic Komitmen Danai Grup Kalbe US$ 150 Juta

Politik dan Birokrasi R Hayuningtyas Putinda 28 Jan 2021 Investor Daily, 28 Januari 2021
General Atlantic Komitmen Danai Grup Kalbe US$ 150 Juta

General Atlantic menginvestasikan dana sebesar US$ 55 juta pada PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio), anak usaha PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). General Atlantic yang merupakan private equity asal Amerika Serikat (AS) membuka peluang untuk menambah investasinya menjadi sebesar US$ 150 juta dalam waktu 2-3 tahun mendatang. Managing Director dan Head of Indonesia General Atlantic Ashish Saboo mengatakan, pihaknya berniat melakukan lebih banyak dari sekadar mengucurkan dana investasi kepada KGBio. Hal ini bisa terlihat dari rekam jejak General Atlantic yang kerap berinvestasi secara jangka panjang pada portofolio investasinya.

Sebagai informasi, General Atlantic tercatat pernah memimpin investasi seri C senilai US$ 150 juta kepada Ruangguru pada 2019. Dengan cakupan portofolio yang luas, perusahaan juga berani berinvestasi sekitar US$ 870 juta kepada Reliance Jio Platforms di India pada 2020. Ashish menambahkan, pihaknya akan membantu KGBio merambah pasar luar negeri, yang tidak hanya terbatas pada Asia. Pihaknya melihat potensi pertumbuhan yang signifikan pada KGBio.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kalbe Farma Sie Djohan mengatakan, bentuk investasi yang dilakukan General Atlantic adalah modal inti atau primary capital. Hal ini membuat General Atlantic menguasai signifikan minoritas saham KGBio. Porsi General Atlantic diperkirakan tak bebeda jauh seperti kepemilikan saham KGBio oleh Genexine Inc, yang merupakan mitra strategis Kalbe. Sementara, Kalbe tetap menggenggam mayoritas saham. Namun, Sie Djohan belum bisa mengungkap detail porsi saham yang dikendalikan General Atlantic.

Di sisi lain, General Atlantic saat ini memiliki fokus pada investasi life science. Hal ini membuat kedua perusahaan menemukan keselarasan dalam visi dan tujuan untuk mendirikan perusahaan obat biologi terintegrasi penuh pertama di Asia Tenggara. Selanjutnya, pada EPO hyFc atau GX-E4 yang merupakan novel longacting erythropoietin-hybrid Fc fusion protein, saat ini sedang dilakukan uji klinik fase III untuk pengobatan anemia. Produk ini rencananya akan didistribusikan untuk pasien ginjal kronik di negara-negara Asia Tenggara, Taiwan dan Australia. Selain itu, perseroan juga tengah mengembangkan antibodi yang masih dalam tahap uji klinis awal yaitu CD73 Antybody. KGBio juga memiliki anak usaha, yakni Innogene Kalbiotech dan memegang saham pengendali di Kalbio Global Medika. Adapun Innogene adalah perusahaan dengan produk berplatform biosimilar, yakni empat obat antibodi monoclonal. Sedangkan Kalbio adalah fasilitas manufaktur produk biologi dengan kapasitas bioreaktor untuk jalur sel mamalia 

(Oleh - HR1)

Tags :
#Anggaran
Download Aplikasi Labirin :