Objek Barang Kena Cukai Bakal Diperluas
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk
menyetujui penambahan objek
barang kena cukai tahun ini,
guna menambah penerimaan
cukai.
Ia mengatakan, hingga saat
ini penerimaan cukai masih
bergantung pada satu komoditas, yaitu berasal dari cukai
hasil tembakau (CHT) atau
cukai rokok, cukai etil alkohol,
dan cukai minuman ber alkohol.
“Komposisi penerimaan cukai
kita masih sangat tergantung
hanya pada satu komoditas.
Barangkali nanti DPR bisa mendukung pemerintah untuk mulai
mengekspansi basis dari cukai,"
kata Sri Mulyani saat rapat kerja
(raker) bersama Komisi XI DPR
RI, Rabu (27/1).
Bahkan, ia mengatakan, di
berbagai negara sudah banyak
mengenakan cukai untuk minuman berpemanis. Adapun tahuntahun sebelum nya pemerintah
melalui Kementerian Keuangan
sempat membahas mengenai objek BKC seperti kantong plastik,
minuman berpemanis, dan emisi
karbon yang bertujuan untuk
mengendalikan konsumsi dan
dampak yang tidak baik dari
objek tersebut
Sebagai informasi, realisasi penerimaan bea dan cukai
sepanjang 2020 mencapai Rp
212,85 triliun atau minus 0,29%
dibandingakan realisasi 2019
sejumlah Rp 213,48 triliun. Secara rinci, penerimaan bea cukai
ditopang oleh cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok
sebesar Rp 170,24 triliun, atau
lebih tinggi sekitar 3,1% dari
target Rp 164,94 triliun. Penerimaan cukai rokok pada 2020
juga lebih tinggi dari pencapaian
2019 sebesar Rp 164,87 triliun.
Sementara itu, untuk penerimaan cukai etil alkohol
mencapai Rp 240 miliar, minuman mengandung etil alkohol
(MMEA) Rp 5,76 triliun, denda
administrasi cukai Rp 60 miliar,
dan cukai lainnya Rp 10 miliar.
(Oleh - HR1)
Tags :
#CukaiPostingan Terkait
Meningkatkan Pendapatan dari Pajak Digital
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Pemasaran Digital Rokok Menyasar Anak Muda
Pemerintah Siap Sasar Pajak Pedagang Online
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023