;

Ekonomi Global Menguat Tetapi Ketidakpastian Tinggi

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 27 Jan 2021 Investor Daily, 27 Januari 2021
Ekonomi Global Menguat Tetapi Ketidakpastian Tinggi

Dana Moneter Internasional atau IMF pada Selasa (26/1) menaikkan proyeksinya tentang pertumbuhan ekonomi global 2021 menjadi 5,5%. Pertimbangannya adalah optimisme bahwa vaksin baru akan mampu mengendalikan pandemi Covid-19. Sehingga kegiatan ekonomi akan kembali menggeliat dan akan terdorong oleh adanya stimulus di negara-negara ekonomi besar. 

Tapi, kata kreditor internasional berbasis di Washington, Amerika Serikat (AS) tersebut, prospeknya dibayangi oleh ketidakpastian tinggi. Pemerintah diminta terus bertindak untuk menghindarkan dampak langgeng dari pandemi tersebut. Yang telah menimbulkan krisis ekonomi terparah sejak Depresi Besar 1930-an. 

Penaikan proyeksi pertumbuhan, sebesar 0,3 poin persentase dibandingkan proyeksi pada Oktober 2020 dan setelah ekonomi dunia mengalami kontraksi 3,5% pada 2020, mencerminkan ekspektasi bahwa kegiatan ekonomi akan terus menguat di tahun ini karena adanya vaksinasi Covid. Serta adanya tambahan kebijakan stimulus di beberapa negara ekonomi besar. Termasuk di AS dan Jepang.

Lembaga ini juga menyinggung lonjakan infeksi di beberapa negara. Termasuk oleh varian-varian baru Covid-19. Sehingga memicu karantinakarantina baru. Selain itu, distribusi vaksin pada tahap awal menghadapi kendala. Walaupun ekonomi global diprediksi mencatat pertumbuhan sebesar itu, IMF mengingatkan bahwa banyak negara di tahun ini belum akan pulih ke level sebelum adanya pandemi.

IMF mendesak negara-negara untuk terus memberikan stimulus sampai pemulihan ekonomi menguat. Untuk Amerika Serikat (AS), IMF memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini dua poin lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya 5,5%. Jepang juga akan diuntungkan oleh paket bantuan baru yang disetujui pada Desember 2020. Sehingga IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan 2021-nya menjadi 3,1%. 

IMF memperkirakan ekonomi Tiongkok tumbuh 8,8% tahun ini. Sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi Oktober 2020. Sementara ekonomi India diprediksi meroket 11,5% atau 2,7 poin lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya. Zona euro diprediksi ekonominya tumbuh 4,2%, ditandai pemangkasan signifikan untuk Jerman, Prancis, Spanyol, dan Italia. 

(Oleh - HR1)

Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :