Ekonomi Global Menguat Tetapi Ketidakpastian Tinggi
Dana Moneter Internasional atau IMF pada Selasa (26/1) menaikkan
proyeksinya tentang pertumbuhan ekonomi
global 2021 menjadi 5,5%. Pertimbangannya adalah optimisme bahwa vaksin baru akan
mampu mengendalikan pandemi Covid-19.
Sehingga kegiatan ekonomi akan kembali
menggeliat dan akan terdorong oleh adanya
stimulus di negara-negara ekonomi besar.
Tapi, kata kreditor internasional berbasis di Washington, Amerika Serikat (AS) tersebut, prospeknya dibayangi oleh ketidakpastian tinggi. Pemerintah diminta terus bertindak untuk menghindarkan dampak langgeng dari pandemi tersebut. Yang telah menimbulkan krisis ekonomi terparah sejak Depresi Besar 1930-an.
Penaikan proyeksi pertumbuhan, sebesar 0,3 poin persentase
dibandingkan proyeksi pada Oktober 2020 dan setelah ekonomi
dunia mengalami kontraksi 3,5%
pada 2020, mencerminkan ekspektasi bahwa kegiatan ekonomi
akan terus menguat di tahun ini
karena adanya vaksinasi Covid.
Serta adanya tambahan kebijakan stimulus di beberapa negara
ekonomi besar. Termasuk di AS
dan Jepang.
Lembaga ini juga menyinggung lonjakan infeksi di beberapa negara. Termasuk oleh
varian-varian baru Covid-19.
Sehingga memicu karantinakarantina baru. Selain itu, distribusi vaksin pada tahap awal
menghadapi kendala.
Walaupun ekonomi global
diprediksi mencatat pertumbuhan sebesar itu, IMF mengingatkan bahwa banyak negara di
tahun ini belum akan pulih ke
level sebelum adanya pandemi.
IMF mendesak negara-negara untuk terus memberikan stimulus sampai pemulihan ekonomi menguat. Untuk Amerika Serikat (AS), IMF memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini dua poin lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya 5,5%. Jepang juga akan diuntungkan oleh paket bantuan baru yang disetujui pada Desember 2020. Sehingga IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan 2021-nya menjadi 3,1%.
IMF memperkirakan ekonomi Tiongkok tumbuh 8,8% tahun ini. Sedikit lebih rendah dibandingkan proyeksi Oktober 2020. Sementara ekonomi India diprediksi meroket 11,5% atau 2,7 poin lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya. Zona euro diprediksi ekonominya tumbuh 4,2%, ditandai pemangkasan signifikan untuk Jerman, Prancis, Spanyol, dan Italia.
(Oleh - HR1)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
China Meminta Dukungan Lebih Besar dari AIIB
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023