SKK Migas Canangkan Tahun Ini The Year of No Decline
SKK Migas berkomitmen untuk mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) atau setara 3,2 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) pada tahun 2030. SKK Migas berkomitmen agar kontribusi hulu migas terhadap perekonomian nasional tetap terjaga. Rencana jangka panjang SKK Migas di tahun 2030 adalah sejalan dengan rencana umum energi nasional (RUEN). Peningkatan produksi minyak dan gas adalah suatu keharusan agar dapat menopang kebutuhan energi dan bahan baku industri secara berkelanjutan.
Tahun 2020 merupakan tahun yang sulit bagi seluruh pelaku usaha, khusus di hulu migas karena terdampak pandemi Covid-19 dan dibayangi oleh rendahnya harga minyak dunia. Target produksi minyak 2020 dan 2021 memang terlihat sama. Namun, guna mencapai target produksi minyak 705 ribu bph di tahun ini, pihaknya harus mengupayakan tambahan produksi sekitar 50 ribu bph.
SKK Migas memproyeksikan investasi hulu migas naik 20% dari US$ 10,21 miliar di tahun lalu menjadi US$ 12,3 miliar. Investasi hulu migas diperkirakan kembali naik di 2022 menjadi US$ 13,9 miliar. Proyeksi meningkatnya investasi ini seiring diperkirakan menjadi US$ 45 per barel di tahun ini dan mencapai US$ 53,8 per barel di 2022. Indonesia masih memiliki potensi migas yang cukup untuk menopang kebutuhan di masa depan. Hal ini terlihat dari baru sekitar 20 cekungan migas yang diproduksikan dari total 180 cekungan yang ada di Indonesia.
Terkait dengan eksplorasi migas, disebutnya terdapat empat program yang memudahkan investor. Ketersediaan data bawah permukaan (subsurface), keterbukaan data bagi perusahaan migas, promosi area yang memiliki potensi migas, serta pendanaan eksplorasi. Sementara untuk membantu arus kas perusahaan migas, pemerintah telah memberikan insentif penundaan pencadangan dana pascatambang. Pemerintah telah membuat kebijakan, antara lain penurunan harga gas untuk mendorong tumbuhnya industri, pelonggaran perpajakan, dan fleksibilitas sistem fiskal untuk meningkatkan daya tarik investasi migas serta meningkatkan keekonomian pengembangan lapangan serta melakukan sejumlah upaya mengurangi ketidakpastian investasi usaha hulu migas dengan penyederhanaan, perizinan, penyediaan dan keterbukaan data, dan integrasi hulu-hilir serta stimulus fiskal.
#IDS
Tags :
#MigasPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023