Diplomasi Vaksin Memperluas Pengaruh Tiongkok
Langkah Pemerintah Tiongkok untuk menawarkan vaksin Covid-19 ke
negara-negara miskin bukan sekadar memberikan bantuan. Melainkan juga menginginkan timbal balik diplomasi jangka panjang di
tingkat global. Sementara itu, negara-negara
makmur saling berebut membeli vaksin vaksin Covid-19 terdepan yang pasokannya
masih terbatas.
“Tidak diragukan lagi Tiongkok sedang mempraktikkan
diplomasi vaksin dalam upaya
memperbaiki citranya yang ternoda. Vaksin itu juga telah menjadi alat untuk meningkatkan
pengaruh Tiongkok di tingkat
global, dan mengatasi masalah
geopolitik,” ujar Huang Yanzhong dari Council on Foreign
Relations (CFR), kepada AFP
pada Kamis (10/12).
Strategi diplomasi vaksin itu
kemungkinan menghasilkan
banyak manfaat, mulai dari mengalihkan kemarahan dan kritik
atas penanganan awal Tiongkok
terhadap pandemi, meningkatkan profil perusahaan bioteknologi, sekaligus memperkuat
dan memperluas pengaruh di
Asia dan sekitarnya.
Menurut laporan, para diplomat Tiongkok menandatangani
kesepakatan dengan Malaysia
dan Filipina – yang mana keduanya sempat mengeluhkan ambisi ekspansionis Tiongkok di
Laut Tiongkok Selatan.
Kemudian pada Agustus,
Perdana Menteri Li Keqiang
menjanjikan akses vaksin prioritas ke negara-negara di sepanjang sungai Mekong, di mana
kekeringan parah diperburuk
pembangunan bendungan oleh
Tiongkok di bagian hulu.
Jika Tiongkok dapat menangkap 15% pangsa pasar di negara-negara berpenghasilan menengah dan rendah, maka penjualannya akan mencapai sekitar US$
2,8 miliar. Demikian menurut
perkiraan Essence Securities,
sebuah perusahaan pialang yang
berbasis di Hong Kong.
“Semua orang menuntut vaksin dan Tiongkok berada dalam
posisi yang baik untuk menyentuh kelompok sosial ekonomi
miskin terbesar atau di bagian
bawah piramida (bottom of the
pyramid),” kata seorang analis
di perusahaan itu, yang menolak
disebutkan namanya.
Di sisi lain, dorongan vaksinasi
global juga membutuhkan fasilitas penyimpanan dan rantai dingin untuk mengangkut vaksin.
Kepercayaan terhadap Tiongkok menunjukkan penurunan
pada tahun ini. Dari studi 14
negara oleh Pew Research
Center, ditemukan penurunan
tajam dalam persepsi negara.
“Masyarakat semakin tidak
percaya pada Tiongkok terkait
kecenderungan terhadap tidak
mempercayai kandidat vaksin
yang dipimpin Tiongkok,” kata
Kassam.
Tags :
#KesehatanPostingan Terkait
China Meminta Dukungan Lebih Besar dari AIIB
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023