;

Sektor Unggulan, Pertanian Topang Ekonomi Daerah

Ekonomi B. Wiyono 30 Nov 2020 Bisnis Indonesia
Sektor Unggulan, Pertanian Topang Ekonomi Daerah

“Selain meningkatkan daya tahan petani terhadap dampak pandemi Covid-19, ini juga upaya kami agar tidak terjadi kelangkaan pangan di Papua Barat,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat Jacob Fonataba seperti dikutip Antara, Minggu (29/11)

Dia menjelaskan bahwa peningkatan produksi padi masih menjadi prioritas pada tahun depan, selain pangan lokal seperti sagu, jagung, dan ubi-ubian. Selain itu, komoditas kakao di Kabupaten Manokwari Selatan dan kopi di Pegunungan Arfak juga masuk dalam skema pengembangan ekonomi hijau di Papua Barat. Produksinya pun akan terus dipacu untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Hingga kini, produksi kakao di Manokwari Selatan sudah rutin dikirim ke Surabaya dan diekspor ke Inggris. 

Sebanyak 11,5 ton cabai kering Sulsel dikirim perdana ke Pakistan oleh eksportir PT Ransu Navigasi Nusantara untuk kebutuhan campuran pewarna tekstil di negara tersebut. Meski perdana dikirim ke Pakistan, sebelumnya komoditas cabai kering juga telah menembus pasar Negeri Sakura, Jepang. Tak main-main, jumlahnya bahkan mencapai 23 ton dengan pengiriman secara bertahap.

Berdasarkan data lalu lintas ekspor pertanian di Karantina Makassar, tercatat pertumbuhan negara tujuan ekspor meningkat sebesar 8%, yakni 133 negara tujuan ekspor pada 2019 dan 143 negara tujuan hingga Oktober 2020 atau bertambah 10 negara tujuan baru seperti Thailand, India, dan China.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil menyatakan dalam proses ekspor, yang terpenting adalah memerhatikan hilirisasi produk pertanian, mengingat produk pertanian yang tidak tahan lama atau bersifat perishable. Dengan hilirisasi, diharapkan memberi nilai tambah dan menjamin keberterimaan produk tersebut ke negara tujuan.

Tags :
#Pertanian
Download Aplikasi Labirin :