;

Komoditas Tambang, ‘Perang’ China-Australia & Nasib Emiten Batu Bara

Lingkungan Hidup R Hayuningtyas Putinda 06 Nov 2020 Bisnis Indonesia
Komoditas Tambang, ‘Perang’ China-Australia & Nasib Emiten Batu Bara

Melansir Bloomberg, Rabu (4/11), Importir dari china di minta untuk tidak mengimpor produk komoditas Australia termasuk batu bara, bijih tembaga dan konsentratnya, gula, kayu, anggur, hingga lobster. Hubungan dagang menjadi makin panas sejak Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison menyerukan penyelidikan independent terhadap asal-usul virus corona pada April 2020.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan boikot tersebut tentu akan berdampak pada harga batu bara. Hendra melanjutkan perusahaan yang bisa mengambil peluang dari momentum tersebut adalah pelaku usaha yang memiliki spot kontrak di bawah 1 tahun atau memiliki slot batu bara dengan kualitas yang sama dengan Australia.

Adapun harga batu bara termal Newcastle untuk kontrak yang ditransaksikan dibanderol pada level harga US$59,25/ton pada akhir pekan, atau terhitung menguat 2% dari posisi penutupan pekan sebelumnya di US$58/ton. Menurut Equity Analyst Samuel Sekuritas Indonesia Desy Lapagu, aksi boikot ini berdampak kepada kelebihan pasokan global. Pasalnya, produk yang selama ini dipasok ke China harus tertahan dan membanjiri pasar di luar negara tersebut.

Menyusul memanasnya hubungan kedua negara tersebut, mayoritas saham emiten pertambangan kompak menunjukan pelemahan atau berada di zona merah pada perdagangan Rabu (4/11). Analis Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy dalam risetnya menilai emiten tambang UNTR masih layak untuk dikoleksi.  

Tags :
#Tambang
Download Aplikasi Labirin :