Menkeu: Kebijakan Pemulihan Tetap Dilakukan hingga Ekonomi Pulih
Menteri Keuangan
(Menkeu) Sri Mulyani Indrawati
mengatakan, perbaikan perekonomian yang mulai dialami oleh
banyak negara, terutama yang
tergabung dalam G20, dinilai masih awal dan rapuh. Oleh ka rena
itu, pemulihan ekonomi harus
tetap dilakukan dan tidak buruburu untuk dihentikan.
Ia mengatakan, kebijakan fiskal,
kebijakan moneter, dan regulasi
sektor keuangan harus tetap dijalankan hingga perekonomian
benar-benar pulih secara kuat.
Menurut Sri Mulyani, fokus
pembahasan dalam KTT G20
yakni mengenai upaya pemulihan ekonomi sebagai dampak
dari pandemi Covid-19 termasuk
sisi pembiayaan dan relaksasi
pembayaran utang bagi negara
berpenghasilan rendah serta
keterbukaan akses semua negara untuk mendapatkan vaksin
Oleh sebab itu, dalam pembahasan Debt Service Suspension Initiative (DSSI) yang juga
didukung oleh lembaga multilateral seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia
menyepakati untuk memberikan
relaksasi cicilan utang.
Relaksasi ini bertujuan agar
negara yang memiliki pendapatan rendah dapat memiliki ruang
fiskal untuk menangani pandemi
Covid-19.
Mantan direktur pelaksana
Bank Dunia itu mengatakan, dari
inisiatif tersebut, telah disepakati penundaan pembayaran utang
46 negara dari total 77 negara
yang memenuhi kriteria masuk
inisiatif tersebut.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
China Meminta Dukungan Lebih Besar dari AIIB
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023