Prospek Usaha Waralaba, Pandemi Tak Surutkan Ekspansi
PT Fast Food Indonesia (Tbk),
perusahaan yang mengelola bisnis KFC di Indonesia, menargetkan akan membuka 10
gerai baru, sehingga total baru yang dibuka bakal mencapai 15 unit. Sejatinya
pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang signifikan bagi perusahaan. Sepanjang
semester I/2020, pendapatan FAST turun 25,4% menjadi Rp2,51 triliun jika
dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun FAST nampaknya tak mau
berkutat terlalu lama di jurang pandemi. “Kami terus melakukan ekspansi
pembukaan gerai baru sampai akhir tahun. Target kami kurang lebih 10 gerai
lagi,” kata Public Relations KFC Indonesia Ika Diah Rhanny saat dihubungi,
Minggu (22/11).
Ekspansi serupa disiapkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), termasuk meningkatkan layanan gudang. Sepanjang kuartal III/2020, total gerai perseroan tumbuh menjadi 17.129 unit, terdiri dari 15.102 gerai perseroan dan 2.027 gerai entitas anak. “Pertumbuhan gerai pada 2020 telah sejalan dengan kebijakan manajemen untuk semakin selektif dalam pembukaan gerai, serta fokus memperbaiki kinerja gerai waralaba dan meningkatkan layanan bagi terwaralaba,” kata Corporate Communication General Manager AMRT Nur Rachman.
Ekspansi juga dilakukan PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) lewat pembukaan gerai baru di kuartal IV. Sepanjang Oktober —November, pemegang lisensi Pizza Hut itu telah membuka gerai anyar di 7 lokasi. Direktur PZZA Jeo Sasanto mengatakan pihaknya tak menutup kemungkinan untuk terus berekspansi di kuartal IV. “Jumlahnya tidak bisa dipastikan karena banyak hal di lapangan yang tidak bisa kami prediksi.” Sampai kuartal III/2020, penjualan PZZA susut 9,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sehingga menjadi Rp2,66 triliun. Pendapatan ini disumbang oleh penjualan makanan pihak ketiga Rp2,54 triliun dan penjualan minuman dari pihak ketiga Rp136,28 miliar.
Hal ini diakui Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Supit yang mengemukakan strategi itu bakal efektif mengingat pembukaan usaha mandiri menjadi salah satu opsi yang dipilih masyarakat saat pandemi. Dia juga mencatat banyak franchisor yang tetap gencar menawarkan bisnis meski pandemi masih berlangsung. Dengan aksi pembukaan gerai yang berlanjut di kuartal IV ini, Levita berpandangan hal itu menjadi sinyal tersendiri bagi bisnis waralaba. Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengemukakan pertumbuhan bisnis dengan model waralaba tetap akan tergantung pada segmennya. Pengamat pemasaran sekaligus Managing Partner Inventure Yuswohady mengatakan pandemi menjadi momen menentukan bagi bisnis waralaba untuk menjaga kepercayaan konsumen di tengah ketidakpastian ekonomi.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023