;

Penurunan Konsumsi Masyarakat, Menanti Gerak Gesit Pemerintah

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 05 Oct 2020 Bisnis Indonesia
Penurunan Konsumsi Masyarakat, Menanti Gerak Gesit Pemerintah

Pada saat yang sama, daya beli yang tertekan juga masuk dalam radar proyeksi pemerintah. Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan memperkirakan konsumsi rumah tangga pada kuartal II/2020 terkontraksi pada kisaran 1,5% hingga 3%. Proyeksi kontraksi ini memang tidak sedalam realisasi konsumsi pada kuartal II/2020 yang tercatat turun 5,6%. Secara keseluruhan, konsumsi diperkirakan merosot 1% hingga 2,1% sepanjang 2020. Beberapa indikator menunjukkan konsumsi belum pulih, misalnya belanja ritel yang jatuh ke titik hadir pada April. Pada perkembangannya relatif stagnan di zona negatif. Data PT Bank Central Asia Tbk, menyebutkan belanja ritel turun 12,7% per Agustus. Pembelian motor dan mobil pada masa penerapan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) jatuh sangat dalam lebih dari 90% pada Mei. Dua indikator aktivitas ekonomi itu juga ‘betah’ di wilayah kontraksi meskipun penurunan pada bulan – bulan berikutnya tidak securam sebelumnya. Per Juli 2020, pembelian motor dan mobil turun masing – masing 38,7% dan 69,4%. Iskandar mengatakan pada sisa 3 bulan di 2020 ini, pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah akan terus mempercepat realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN ) dan APBN 2020.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan Kebijakan Fiskal ( BKF ) Kementrian Keuangan Febrio Kacaribu menyiratkan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah belum berhasil mendorong pemulihan permintaan. “ ( Deflasi ) menunjukkan permintaan belum pulih secepat yang dibayangkan. “Terlihat pemulihan kalau ada pertumbuhan ekonomi positif, “katanya. Menurutnya, penyerapan perlindungan sosial sudah mulai berjalan baik karena pelaksanaannya selalu tepat waktu dan setiap bulan terjadi pengeluaran hingga lebih dari Rp. 200 triliun. “Upaya preventif pemerintah belum maksimal, misalnya realisasi anggaran masih sangat kecil, padahal kebutuhannya besar sekarang, “ujarnya. Faisal menambahkan, jika fokus pemerintah menanggulangi kesehatan, beberapa hal bisa dilakukan untuk menahan laju penyebaran Covid-19, seperti pembagian masker dan tes Covid-19 secara gratis bagi masyarakat. Namun hingga saat ini, dua hal tersebut jarang dilakukan pemerintah. “ Oleh karena itu, konsumsi belum bisa pulih. Program PEN bansos bisa menahan anjloknya daya beli, tapi ( sejauh ini ) kontribusinya rendah. Jadi, sangat bisa dimengerti jika terjadi deflasi, “jelasnya. Pemerintah perlu mengambil langkah – langkah yang cepat dan tegas dalam 3 bulan kedepan untuk menahan konsumsi rumah tangga agar tidak terkontraksi semakin dalam pada kuartal IV/2020.

Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :