Waktu Semakin Terbatas
Mengutip data Kementrian Keuangan, realisasi stimulus penanganan Covid – 19 dan pemulihan Ekonomi Nasional per 22 Juli 2020 sebesar Rp.138,28 trilliun atau 19,89 persen dari pagu yang sebesar Rp.695,2 trilliun. Anggaran itu untuk kesehatan, perlindungan sosial, usaha miro, kecil, dan menengah ( UMKM ), pembiayaan korporasi, insentif dunia usaha, serta tambahan belanja sektoral dan pemda.
Indef memprediksi Indonesia akan masuk ke jurang resesi yang cukup dalam. Pada triwulan II-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi minus 4 persen. Pertumbuhan negatif akan berlanjut sampai dengan triwulan III-2020, yang diproyeksikan minus 1,3 persen hingga minus 1,75 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan pertumbuhan ekonomi minus 3,4 persen pada triwulan III tahun ini.
Realisasi tertinggi adalah program perlindungan sosial Rp.78,12 trilliun atau 38,31 persen pagu, kemudian stimulus UMKM Rp.30,21 trilliun atau 25,3 persen dari pagu. Realisasi stimulus program lainnya masih di bawah 15 persen pagu.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023