Kebun Bakal Terbengkalai akibat anjloknya Harga Karet
Harga karet di tingkat petani anjlok dari
Rp13.500 menjadi Rp 10.500 per kg dalam dua bulanterakhir, dipicu gejolak pasar
dunia. Agar penurunan harga tidak terus berlanjut, pemerintah diminta segera
mengantisipasi keadaan ini. ”Dua bulan ini harga karet turun terus. Petanik hawatir
jika harga karet semakin anjlok hingga dibawah Rp 10.000 per kg,” kata
Sungkunen Tarigan, Ketua Kelompok Tani Mbuah Page, di Kabupaten Deli Serdang,
Sumut, Jumat (6/6). Petani sebenarnya sedang bergairah dalam setahun terakhir setelah
harga karet naik hingga Rp14.500 per kg. Merespons kenaikan harga, para petani
bahkan menyadap kembali kebun karet yang sudah lama terbengkalai. Sebelumnya,
Kelompok Tani Mbuah Page hanya bisa mengumpulkan 15 ton karet per dua minggu.
Dengan harga karet yang sempat naik, mereka bisa menghasilkan 30 ton karet, meningkat
dua kali lipat ketimbang sebelumnya.
Harga karet yang kembali anjlok membuat para
petani mengeluh. Jika harga turun hingga di bawah Rp 10.000 per kg, para petani
sudah siap-siap meninggalkan kebun karet dan beralih ke tanaman lain atau
pekerjaan lain. Harga dibawah Rp 10.000 per kg tidak menguntungkan bagi petani dan
buruh tani yang bekerja sebagai penyadap karet. Dengan harga di bawah Rp 10.000
per kg, penyadap karet lebih memilih menjadi buruh bangunan atau pekerjaan
lainnya. Hal itu pernah dialami petani karet beberapa tahun lalu sehingga
banyak kebun terbengkalai. ”Kami berharap harga karet bisa naik lagi,” kata
Sungkunen. Penurunan harga karet pun berpengaruh pada volume ekspor karet Sumut,
yang turun 4 % dari 21.666 ton pada Maret menjadi 20.799 ton pada April 2025. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023