;

Sektor Properti Tunggu Dampak Suku Bunga

Ekonomi Hairul Rizal 26 May 2025 Kontan
Sektor Properti Tunggu Dampak Suku Bunga
Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% memberikan sentimen positif bagi saham emiten properti, meskipun dampaknya terhadap kinerja penjualan properti hingga akhir 2025 diperkirakan tidak terlalu signifikan. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Ismail Fakhri Suweleh dan Wilastita Muthia Sofi, menjelaskan bahwa saham properti cenderung mengalami re-rating menjelang dan selama pemangkasan suku bunga, namun kinerja pre-sales lebih dipengaruhi oleh peluncuran produk baru dan keterjangkauan, bukan hanya perubahan suku bunga KPR.

Kinerja pre-sales emiten properti besar seperti PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) pada kuartal I-2025 masih relatif datar dengan pertumbuhan hanya 1% yoy, menurut data yang disampaikan oleh Henry Wibowo, Head of Indonesia Research and Strategy JP Morgan. Namun, Henry optimistis semester kedua 2025 akan menjadi momentum penguatan sektor properti karena mulai munculnya efek pemotongan suku bunga. Ia juga merekomendasikan saham CTRA dan PWON karena masih undervalued dengan potensi pertumbuhan laba masing-masing 11% tahun ini.

Analis Maybank Sekuritas, Kevin Halim, menambahkan bahwa penurunan suku bunga acuan juga berpotensi menurunkan suku bunga KPR dan meningkatkan likuiditas pasar, yang diharapkan mendorong penjualan properti sehingga mendukung pertumbuhan pre-sales sekitar 4,3% secara yoy pada akhir tahun 2025.

Meskipun ada risiko pelemahan pasar KPR dan ketatnya likuiditas, sektor properti masih dinilai menarik dengan rekomendasi rating overweight oleh BRI Danareksa Sekuritas, mengingat harga saham emiten properti masih relatif murah dibanding nilai wajar historisnya.
Tags :
#Bunga
Download Aplikasi Labirin :