;

Kunci Pemulihan Ekonomi di Penanganan Pandemi

Ekonomi Mohamad Sajili 25 Sep 2020 Kontan
Kunci Pemulihan Ekonomi di Penanganan Pandemi

Indonesia tak bisa terhindar dari resesi ekonomi akibat pandemi virus korona. Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan memprediksi, perekonomian Indonesia sepanjang tahun ini akan terkontraksi di kisaran minus 0,6% hingga minus 1,7%. Menurut Menkeu, Indonesia akan mengalami resesi pada kuartal III-2020. Prediksi pemerintah, pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 masih minus 2,8% hingga minus 1%.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, pertumbuhan ekonomi tahun 2020 memang akan penuh tantangan, apalagi dampak pandemi Covid-19 masih membelenggu. “Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, perlu melakukan ruang pelebaran fiskal dan moneter di tahun ini. Fokus di 2020 adalah how to survive”, ujar Andry, Kamis (24/9) via konfrensi video.

Andry menilai positif upaya pemerintah dalam melakukan pemulihan ekonomi. Salah satunya, dengan mendorong konsumsi rumah tangga yang merupakan motor penggerak utama perekonomian Indonesia, yaitu dengan bantuan sosial dan cash transfer. Kalau konsumsi rumah tangga akan tumbuh negatif 2,4% yoy. Meskipun secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini masih minus 1%.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede juga sependapat ekonomi Indonesia siap masuk jurang resesi karena terbatasnya aktivitas ekonomi. Meski ada indikator perbaikan ekonomi, seperti di penjualan mobil dan ritel. Ini mengindikasikan adanya perbaikan ekonomi, katanya ke KONTAN, Kamis (24/9).

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira menyebut penanganan virus korona adalah hal yang krusial harus diperhatikan semua pihak. Tanpa itu, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV ini bisa terkoreksi lagi. Malah jika tidak ditangani secara serius pandemi ini, pemulihan ekonomi Indonesia bisa berbentuk L shape tahun depan. “Sulit untuk kembali ke pertumbuhan ekonomi diatas 5%, ucapnya”.

Sementara Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo masih optimistis pemulihan ekonomi Indonesia terus berlangsung. Ini sejalan dengan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sambil menerapkan protokol kesehatan yang ketat. BI pun melihat ada pemulihan kenaikan permintaan domestik dan ekspor besi baja dan biji logam. “Paling tidak semester II-2020 lebih baik dari triwulan II-2020”, katanya, Rabu (23/9).


Download Aplikasi Labirin :