Harga Gambir Anjlok, Petani Terpukul
Harga gambir di Sumatra Barat terjun bebas akibat konflik India–Pakistan yang melemahkan permintaan ekspor—tujuan utama hasil panen petani. Heri, seorang petani di Agam, mencatat harga kadar-air 15 % hanya Rp 20.000/kg (dibayar ke petani Rp 17.000–19.000/kg), jauh di bawah titik impas Rp 35.000/kg. Riko di Pesisir Selatan bahkan menyebut rekor terburuk Rp 13.000/kg, sehingga banyak petani memilih menunda panen.
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sumbar, Ferdinal Asmin, menegaskan ketergantungan pasar pada India dan Pakistan sebagai akar persoalan. Pemprov bersama dinas terkait sedang:
-
Membuka pasar alternatif di luar dua negara tersebut.
-
Mendorong peningkatan kualitas—panen dijaga tiap ±4 bulan agar kadar air dan katekin stabil.
-
Merumuskan peraturan gubernur tata niaga dan hilirisasi gambir untuk menahan gejolak harga di tingkat petani.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023