BKPM Optimistis Peringkat Investasi Naik
Bank Dunia atau World Bank akan kembali merilis peringkat kemudahan berbisnis atau ease of doing business (EoDB) 2021 dari 190 negara di dunia pada Oktober 2020. Laporan itu biasanya menjadi bekal rujukan investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia optimistis bisa mendorong Indonesia naik level dari 73 ke 60 dunia. “Saat ada di posisi 73 tidak bergerak, karena pemerintah melakukan perbaikan tetapi negara lain juga melakukan hal sama. Ini yang membuat urutannya tidak berubah”, kata Bahlil dalam Konferensi Pers virtual, Selasa (8/10).
Bahlil optimistis, Indonesia bisa membalap tiga belas negara lain di dunia karena berbekal Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha, Perizinan dari Kementerian/Lembaga (K/L) diambil alih BKPM. Beleid ini diundangkan pada akhir tahun lalu setelah laporan EoDB 2020. Teranyar, BKPM punya wewenang penuh atas pengajuan investor untuk mendapatkan insentif tax allowance.
Bahlil berjanji dengan adanya reformasi kemudahan berbisnis di Indonesia, “Insya Allah saya janji bahwa perintah Presiden kepada BKPM, EoDB kita pada tiga tahun ke depan peringkatnya harus di urutan 40 dan itu adalah kerja keras yang harus dilakukan oleh BKPM”, ujar Bahlil.
Ekonom Indef Bhima Yudhistira memberi catatan, ada baiknya jika BKPM juga mengikutkan otoritas pajak supaya urusan pembayaran pajak bisa lebih mudah. “Dalam setahun butuh 9 jam untuk bayar pajak, ini tentu menghambat bisnis”, katanya kepada KONTAN.
Postingan Terkait
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023